Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

dokter Hasto fokus membangun SDM berkualitas meski di desa terpencil

Kepala BKKBN, dokter Hasto, beserta istri dan rombongan, membelah sungai Mahakam. Menunggangi speed boat selama tiga jam perjalanan.

Dokter Hasto didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Sunarto, beserta istri.

Pengarungan riam Mahakam dimulai dari Pelabuhan Tering Kabupaten Kutai Barat menuju Kabupaten Mahakam Ulu.

Lokasi yang dituju Kabupaten Mahakam Ulu, terletak di Provinsi Kalimantan Timur, dengan ibukota Ujoh Bilang. 

Kabupaten Mahakam Ulu berada di hulu Sungai Mahakam dan berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat dan negara Malaysia. Tepatnya berada di Kecamatan Long Apari.

Mayoritas penduduknya suku Dayak dan kondisi geografisnya didominasi pegunungan atau perbukitan, hutan. Sungai merupakan jalur utama transportasinya.

Walaupun berlokasi sangat jauh dari kota, kondisi masyarakat di sini tidak luput dari perhatian dokter Hasto. Tujuannya, edukasi dan pelayanan KB serta kampanye penurunan stunting.

Puskesmas Ujoh Bilang merupakan lokasi peninjauan pelayanan KB yang dikunjunginya, Minggu (12/5).

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

Berjarak sekitar setengah jam perjalanan dari pelabuhan, Puskesmas ini sudah ramai dipadati para akseptor yang akan memasang KB implan 1 batang. 

Seperti yang biasa dilakukan dokter Hasto pada kunjungan sebelumnya, ia pun memasangkan implan kepada seorang Ibu yang baru melahirkan sebulan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Mahakam Ulu, dr. Petronella Tugan menyambut hangat kedatangan dokter Hasto di fasilitas kesehatan (faskes) binaannya.

Petronella bercerita terdapat tantangan tersendiri untuk program KB di wilayahnya. Sulit untuk meningkatkan kesertaan KB karena masih terdapat budaya di mana masyarakat cenderung menganggap KB adalah hal tabu.

"Karena penduduknya sedikit, dengan wilayah yang cukup luas, sehingga masyarakatnya banyak yang keberatan apabila jumlah anak di Mahakam Ulu dibatasi hanya dua," ungkap Petronella.

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

Namun, dirinya beserta Tim Pendamping Keluarga (TPK), para dokter, bidan, perawat, kader, beserta Penyuluh KB, tak henti-hentinya memberikan edukasi mengenai pentingnya KB dan aktif melakukan penggerakkan kepada masyarakat.

"Kita harapkan ke depan masyarakat lebih 'aware' untuk menggunakan KB, terutama implan karena efek sampingnya cukup rendah dan juga bisa langsung digunakan setelah melahirkan, dipakai selama tiga tahun. Tidak repot seperti minum pil setiap malam, ketika lupa bisa kebobolan," ujar Petronella.

Petronella menyebutkan, selain KB, juga digalakkan upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan, berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Melalui Kementerian Agama juga untuk mencegah pernikahan dini," katanya.

Prevalensi stunting di Kabupaten Mahakam Ulu berada pada angka 10,78 persen berdasarkan elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM) 2023. Angka tersebut sudah menunjukkan penurunan dari sebelumnya 14,8 persen di tahun 2022.

Dokter Hasto menjelaskan, sebetulnya yang menjadi 'concern' adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Walaupun tinggal di daerah hulu, menurutnya, tetap saja masyarakatnya harus hebat.

"Memang jalanannya belum bagus, namun SDMnya harus bagus," kata dokter Hasto. 

"Saya tidak datang untuk menekan masyarakat maksimal anak dua, tapi misalnya anak tiga kehamilannya dijarakkan tiga tahun. Karena saya sangat concern dengan membangun kualitas SDM," ujar dokter Hasto.

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

Hal itu diungkapkan dokter Hasto usai memasangkan KB implan, lalu berdiskusi terbuka dengan para akseptor yang hadir.

Salah satunya Tipung, berusia 40 tahun, yang memiliki lima anak. Akseptor KB ini sebelumnya memakai pil dan mengaku akan dipasang implan melalui pelayanan hari itu.

"Memang lebih bagus pakai susuk, karena sekarang sudah modern, sudah 1 batang. Hari ini pasang susuk nanti diganti setelah tiga tahun," katanya. Implan 1 batang menurutnya unik karena dapat dipakai sampai tiga tahun. Dapat pula dipasangkan langsung setelah ibu melahirkan. Cara pemasangannya pun mudah, tidak pakai pisau, melainkan menggunakan jarum kecil.

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

"Ibu Tipung ini bagus jarak anak ke-empatnya umur enam tahun, dan yang ke-limanya satu tahun tujuh bulan. Jadi, bagus karena jaraknya sudah lebih dari tiga tahun. Kurang bagusnya, kebanyakan," ucap dokter Hasto seraya bercanda.

Harapannya edukasi mengenai KB di Kabupaten Mahakam Ulu terus digalakkan. Tujuannya untuk memperbaiki kualitas SDM.

Sehingga anak akan tumbuh sehat berkualitas apabila jarak kelahiran ibu diatur. "Khusus Mahakam Ulu, tidak apa anaknya tiga, tapi jaraknya tiga tahun ya bu," ucapnya sambil disambut tawa hadirin.

Dokter Hasto mengatakan, hari ini stunting di Mahakam Ulu angkanya terendah di Kalimantan Timur, karena jumlah penduduknya hanya 38 ribu.

“Saya yakin stunting betul-betul bisa dicegah. Setahun jumlahnya 650 orang yang hamil di Mahakam Ulu, sebulan 60 lebih sedikit, kira-kira sehari yang melahirkan dua orang," papar dokter Hasto.

Selanjutnya, ia mengarahkan Kepala Dinas Petronella dan satgas stunting untuk membuat WA grup dengan para penyuluh keluarga.

"Dilaporkan panjang badan bayi yang baru dilahirkan toh hanya dua orang sehari. Kalau ada bayi yang panjangnya kurang dari 48 cm, maka segera dilakukan intervensi, di enam bulan pertama harus ASI eksklusif," ujar dokter Hasto.

Dokter Hasto bercerita ketika dirinya menjadi satu-satunya dokter yang bertugas di daratan hulu, tepatnya di Puskesmas Melak dan Puskesmas Kahala. 

Dia berkata, pasien yang berobat berpikirnya sudah identik dengan meminta disuntik. Karena keterbatasannya, biaya berobat pun seringkali dibayar dengan nanas dan singkong.

"Masyarakat Dayak ikhlas-ikhlas, dahulu mereka naruh ayam, makanan, buah di depan pintu puskesmas, kalau ditanya tidak ada yang mengaku. Makanya pak dokter dan bidan sekarang ini disyukurilah, dulu lima tahun saya tidak dibayar, masyarakatnya hanya mampu memberikan hasil panen mereka," kata dokter Hasto.

Membangkitkan dan memotivasi para tenaga kesehatan yang hadir, dokter Hasto pun membagikan pengalamannya dahulu ketika bertugas di wilayah terpencil ini. 

Ia pernah bertemu dengan seorang pastor (pemuka agama Katolik), yang kata-katanya masih diingat sampai saat ini.

Di dalam situasi yang sangat sulit, pastor tersebut justru memberinya sebuah kata-kata motivasi.

"Romo (pastor) itu bilang begini, kalau melayani masyarakat itu dengan perasaan, kalau melayani dirinya sendiri dengan fisik saja. Kalau Pak Dokter sedang merasa lelah, itu sebenarnya hanya perasaan saja. Bapak masih bisa jalan, masih bisa periksa pasien. Kalau fisiknya oke, segera layani saja, gunakan perasaan. Wah, mendengar itu saya nangis," ujar dokter Hasto.

Menyusuri Sungai Mahakam, Kepala BKKBN Edukasi Warga soal KB dan Stunting di Desa Terpencil

Nasihat tersebut terus ia terapkan. Bahkan ketika dua kali menjabat sebagai Bupati Kulonprogo. Seberat apapun keadaan, apabila disyukuri, katanya, akan selalu ada jalan yang terbuka yang memudahkan.

Bukan cuma Calon Ibu, Dokter Kandungan Juga Memiliki Peran Penting Mengentaskan Stunting
Bukan cuma Calon Ibu, Dokter Kandungan Juga Memiliki Peran Penting Mengentaskan Stunting

Agus Fatoni berharap dokter kandungan bisa menjadi ujung tombak kepada masyarakat mengenai pentingnya pengetahuan soal stunting.

Baca Selengkapnya
Kemendikbudristek Beri Penghargaan Lima Desa Budaya 2023
Kemendikbudristek Beri Penghargaan Lima Desa Budaya 2023

Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan dan penghargaan atas pencapaian yang telah berhasil dilakukan oleh desa.

Baca Selengkapnya
Kepala BKKBN: Hamil di Usia Muda Berisiko Kepala Bayi Terjepit saat Melahirkan
Kepala BKKBN: Hamil di Usia Muda Berisiko Kepala Bayi Terjepit saat Melahirkan

BKKBN gencar melakukan upaya pencegahan anak stunting

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mengenal Kudok, Senjata Tradisional Bumi Besemah Sumsel yang Digunakan untuk Berkebun
Mengenal Kudok, Senjata Tradisional Bumi Besemah Sumsel yang Digunakan untuk Berkebun

Senjata ini sudah biasa biasa digunakan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti berkebun

Baca Selengkapnya
Peragakan Dugaan Kecurangan Aparat Desa Dukung 02, Saksi Kubu Ganjar Malah Bikin Hakim MK Bingung
Peragakan Dugaan Kecurangan Aparat Desa Dukung 02, Saksi Kubu Ganjar Malah Bikin Hakim MK Bingung

Dia pun enggan ditanya hal-hal lain kecuali apa yang diketahui.

Baca Selengkapnya
Mahasiswa KKN UGM Berhasil Turunkan Angka Stunting di Jepara, Begini Caranya
Mahasiswa KKN UGM Berhasil Turunkan Angka Stunting di Jepara, Begini Caranya

Keberhasilan mereka mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Baca Selengkapnya
Bukannya Sekolah, Siswa Siswi SMP Digerebek di Kamar Kost 'Sudah Ketangkap Masih Sayang-sayangan'
Bukannya Sekolah, Siswa Siswi SMP Digerebek di Kamar Kost 'Sudah Ketangkap Masih Sayang-sayangan'

Bikin miris, sejumlah pasangan yang masih duduk di bangku sekolah digerebek warga dalam kamar kos.

Baca Selengkapnya
Di Nabire, Kepala BKKBN Kasih Tips Jitu Agar Anak Tidak Stunting
Di Nabire, Kepala BKKBN Kasih Tips Jitu Agar Anak Tidak Stunting

Dokter Hasto mengajak lintas sektor untuk memasifkan intervensi

Baca Selengkapnya
Cara Unik Pemerintah Desa di Magetan Atasi Stunting dan Kemiskinan, Beri Ayam Petelur kepada Warga
Cara Unik Pemerintah Desa di Magetan Atasi Stunting dan Kemiskinan, Beri Ayam Petelur kepada Warga

Cara ini bisa jadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain.

Baca Selengkapnya