Menteri Wishnutama akan Kerja Sama dengan Lintas Kementerian Atasi Dampak Corona

Jumat, 14 Februari 2020 01:05 Reporter : Moh. Kadafi
Menteri Wishnutama akan Kerja Sama dengan Lintas Kementerian Atasi Dampak Corona Menparekraf Wishnutama laporkan kekayaan ke KPK. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio bakal menggandeng sejumlah Kementerian untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang dampaknya merugikan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali.

"Saya akan bekerja sama dengan Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN Sehingga kebijakan-kebijakannya menghadapi virus corona ini lebih komprehensif. Sehingga bisa menyelamatkan dan bahkan meningkatkan pariwisata ke depan," kata Wishnutama usai menghadiri acara di kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Kamis (13/2).

Wishnutama akan menerima masukan dari lembaga terkait. Selanjutnya, akan dirapatkan untuk membahas strategi untuk menghadapi dampak virus corona di luar negeri bagi sektor pariwisata Indonesia.

"Kita akan rapat untuk membahas bagaimana strategi kebijakan-kebijakan yang tepat menghadapi virus Corona ini. Caranya iya koordinasi, menerima masukan dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, untuk menentukan sebuah kebijakan yang strategis harus terlebih dahulu mendengarkan masukan-masukan dari banyak pihak. "Tidak bisa kita main mengambil keputusan begitu saja, kita harus dengar dulu apa yang terjadi. Kemarin misalnya kita kumpul dengan 33 maskapai airline, kita dengar apa masalahnya, dari industri pariwisata apa masalahnya, apa yang kita bisa bantu kan begitu," lanjutnya.

Di tempat sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace menyatakan dampak Corona menyebabkan kunjungan wisatawan asal China menurun 18 persen.

"Karena wisatawan Tiongkok sebagian besar ada di pusat-pusat pariwisata. Mereka sangat senang tinggal di daerah pantai di pesisir, khususnya Kuta dan kawasan Tanjung Benoa dan turnya banyak ke Nusa Penida. Mereka senang sama laut," kata Cok Ace.

Sementara untuk kawasan Sanur, Denpasar dan Ubud, Kabupaten Gianyar rata-rata menjadi tujuan destinasi turis Eropa dan Australia. Kunjungan wisatawan di sana juga turun sekitar 5 persen. Selain itu, dengan besarnya penurunan wisatawan asal China, beberapa pengusaha industri hotel dan restoran berencana merumahkan karyawan.

"Begitu besarnya (penurunan) dari beberapa teman-teman sudah pasang ancang-ancang untuk meliburkan karyawannya. Ini satu langkah yang biasa diambil walaupun tidak enak tapi tidak ada jalan lain untuk teman-teman kami di Industri untuk menyelamatkan usahanya," ungkapnya.

Ia juga berharap, dengan adanya penurunan itu tidak ada kejadian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran. "Mudah-mudahan tidak ada (PHK), dan kita gencar mengalihkan pasar kita. In case kita sudah membuka langsung penerbangan ke Vietnam, kami ke depannya menargetkan yang lebih besar," jelasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini