Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mensos sebut total Rp 6,9 M digelontorkan buat banjir bandang Bima

Mensos sebut total Rp 6,9 M digelontorkan buat banjir bandang Bima Mensos Khofifah Indar Parawansa di TMP. ©2016 Merdeka.com/Ibnu Siena

Merdeka.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan Kemensos telah menyalurkan tiga jenis bantuan dalam penanganan banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat. Tiga jenis bantuan itu yakni; bantuan logistik, bantuan jaminan hidup, dan santunan.

"Totalnya Rp 6,9 miliar," kata Khofifah, Selasa (10/1).

Hari ini, Khofifah melakukan kunjungan kerja ke Bima, NTB. Dalam kunjungan kerja kali kedua ini, Khofifah akan mengecek proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda Bima pada Rabu (21/12/2016) dan Jumat (23/12/2016) lalu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir besar yang terjadi di Kota Bima telah mengakibatkan 105.758 jiwa terdampak di 5 Kecamatan (33 kelurahan) dan 104.378 jiwa yang mengungsi.

Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Rasanae Timur, Kecamatan Mpuda, Kecamatan Raba, Kecamatan Rasanae Barat, dan Kecamatan Asakota. Sementara di Kabupaten Bima, dampak banjir mengakibatkan 608 jiwa terdampak di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sape, Kecamatan Wawo, dan Kecamatan Ambalawi. Tercatat jumlah pengungsi di Kabupaten Bima mencapai 134 pengungsi.

Sementara, soal dukungan psikososial, Khofifah menjelaskan bahwa hal tersebut terus diberikan kepada para korban banjir. Sasaran utamanya yakni anak-anak, lansia, dan wanita dewasa. Dia berharap mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan dan melanjutkan hidup dengan penuh semangat.

Menurutnya, jenis layanan dukungan psikososial yang diberikan yaitu team building, trauma healing, konseling, terapi spritual, terapi kecemasan, bermain, olahraga, melatih konsentrasi belajar, dan membuat berbagai kerajinan tangan. Mensos mengatakan, dalam jangka panjang korban bencana tersebut memerlukan penanganan pasca trauma atau post trauma disorder (PTSD).

"Dukungan psikososial telah diberikan kepada kurang lebih 1.693 anak dan 580 keluarga," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat mengatakan Kemensos memfokuskan kegiatan pada tahap pemulihan menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat banjir bandang di Kota Bima. Seharusnya tanggap darurat berakhir 5 Januari, namun melalui Surat Keputusan Walikota Bima Nomor 3 Tahun 2017 diperpanjang hingga 19 Januari 2017.

"Ada lima poin kegiatan utama selama perpanjangan masa tanggap darurat ini. Keseluruhan fokus pada pemulihan," katanya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP