Menristekdikti Tak Ingin Ada Dosen Terpapar Radikalisme

Jumat, 4 Oktober 2019 15:07 Reporter : Rasyid Ali
Menristekdikti Tak Ingin Ada Dosen Terpapar Radikalisme Menristekdikti Mohamar Nasir. ©2019 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamar Nasir tidak mentolerir jika ada dosen pada sebuah perguruan tinggi terpapar paham radikalisme.

Hal itu diungkapkan usai ditangkapnya dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, AB atas dugaan merencanakan demo rusuh di Jakarta.

"Bukan hanya IPB, tapi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Semua rektor saya minta untuk melakukan profiling kepada semua dosen dan pegawainya," ujar Mohamad Nasir usai peresmian Gedung Collaborative Research Center (CRC) Launcing Science Techno Park (STP) IPB University, Jalan Taman Kencana, Bogor, Jumat (4/10).

Dia menegaskan, jangan ada lagi dosen terlibat aksi radikal, intoleransi bahkan ikut membuat bom. "Jangan sampai ada lagi. Kalau profiling dilakukan dengan baik, maka akan selesai semua," katanya.

IPB University memberhentikan sementara Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen, AB usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas dugaan perancang rusuh demo di Jakarta.

AB dinonaktifkan sementara hingga ada keputusan hukum yang bersifat mengikat, sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN Pasal 88 ayat 1 poin C dan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS halam 128 Bagian Ketiga Pasal 276 poin C.

"IPB menonaktifkan sementara AB hingga ada keputusan pengadilan yang bersifat mengikat. Kami juga masih menunggu surat resmi penahanan, baru kemudian kita proses administrasi kepegawaiannya," ujar Kabiro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini