Menko PMK: Candi Borobudur Tidak Termasuk 4 Tempat Disucikan dalam Kitab Agama Buddha
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendy menyatakan Candi Borobudur tidak termasuk tempat yang disucikan agama Buddha.
"Tadi saya minta klarifikasi dengan biksu yang menjadi tokoh agama Buddha di lingkungan Borobudur dan sekitarnya untuk memastikan status Borobudur, apakah semacam tempat yang disucikan atau bukan," katanya di Magelang, Rabu (17/2) seperti dikutip Antara.
Ia menyampaikan hal tersebut usai meninjau program pemberdayaan dan peningkatan SDM keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Balkondes Kebonsari Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Sebelumnya Menko PMK mengunjungi kawasan Candi Borobudur dan bertemu dengan tokoh agama Buddha Bhante Sri Pannavaro Mahathera.
"Tadi sudah diberikan penjelasan pasti bahwa Candi Borobudur tidak termasuk empat tempat disucikan yang tercantum dalam kitab agama Buddha," katanya.
Artinya, lanjut dia, Candi Borobudur ini memang tetap diberi ruang untuk destinasi wisata spiritual khususnya agama Buddha tetapi tidak dijadikan sebagai tempat yang disucikan, karena memang di luar tempat yang tercantum di dalam kitab agama Buddha.
Muhadjir menyampaikan Candi Borobudur tidak hanya dilihat dari aspek fisik, namun di balik Borobudur ini ada situs-situs budaya, situs keagamaan yang harus digali dan direkonstruksi ulang.
"Saya tidak yakin dulu bahwa candi-candi yang ada di sini termasuk Candi Pawon, Candi Borobudur ini tidak memiliki kaitan. Kenapa nenek moyang membangun candi posisinya seperti itu, pasti ada maksud dan tidak mungkin hanya sekadar pantas-pantas saja. Maka harus dikonstruksi lagi atau direka ulang sehingga bisa membangkitkan lagi Borobudur ini sebagai situs ritual dan keagamaan," katanya.
Ia mengatakan apabila nanti harus dilakukan revitalisasi zonasi di kawasan Candi Borobudur tidak boleh hanya memikirkan indahnya saja, agar pengunjung yang datang lebih ramai.
"Saya kira itu tidak benar, justru harus mengembalikan seperti dulu. Misalnya jangan sampai melakukan penataan apa pun sebelum ada penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan, terutama dari segi keagamaan," katanya.
Sementara itu, Bhante Sri Pannavaro Mahathera mengatakan, ada empat tempat suci yang disebut dalam kitab suci agama Buddha.
"Empat tempat suci yang disebut kitab suci itu Lumbini (Taman Lumbini) di Nepal, Bodh Gaya di India, tempat Buddha Gautama mencapai pencerahan, kalau Lumbini tempat Buddha Gautama dilahirkan. Sarnath, tempat Buddha Gautama memberikan khotbah pertama yang di sini diperingati sebagai Asadha dan tempat Buddha Gautama meninggal dunia, Kusinara. Empat itulah. Saya tidak menyamakan hanya untuk memudahkan, mengerti kalau umat Buddha mau ibadah umrah, ya keempat tempat tersebut," ujarnya.
Bhante Pannavaro menambahkan, Borobudur meski tidak ditulis dalam kitab suci merupakan tempat yang sangat dihormati, disucikan oleh umat Buddha karena unik tidak ada duanya di dunia.
"Borobudur meski tidak ditulis di dalam kitab suci adalah tempat yang sangat dihormati, disucikan oleh umat Buddha karena unik tidak ada duanya di dunia," tuturnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya