Menjadi imam salat antarkan tukang cireng berangkat haji

Selasa, 8 September 2015 12:22 Reporter : Adi Nugroho
Menjadi imam salat antarkan tukang cireng berangkat haji Djumadi tukang cireng asal Cirebon naik haji. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tukang cireng asal Kota Cirebon, Jawa Barat naik haji. Djumadi, pria berusia 50 tahun tersebut bisa menjadi tamu Allah berkat menjadi TPHD (Tim Pendamping Haji Daerah), Provinsi Jawa Barat.

"Saya diusulkan oleh Kesultanan Keprabonan (Raja Cirebon)," kata Djumadi saat ditemui merdeka.com di asrama haji embarkasi Jakarta-Bekasi, Jalan Kemakmuran, Kota Bekasi, Selasa (8/9).

Dia diusulkan menjadi THPD atau naik haji dibiayai oleh pemerintah, karena mengabdi di dalam kesultanan sejak lima tahun lalu. Jumadi mengaku diangkat menjadi abdi dalem pada tahun ketiga setelah masuk kesultanan.

"Saya menjadi abdi dalem, karena diminta menjadi imam salat di dalam kesultanan," kata warga Jalan Beringin Gang Seruni 4, RT 4 RW 9, Kampung Karang Anyar, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.

Dia mengaku tak menyangka bisa berangkat haji tahun ini. Sebabnya, dilihat dari segi finansial dia mengaku tak memiliki biaya yang cukup, karena hanya berjualan cireng setiap hari.

"Sehari dagang cireng untungnya Rp 65 ribu. Dikasih ke istri Rp 30 ribu, Rp 20 ribu untuk dua anak masing-masing umur 15 dan 19 tahun dan buat saya pribadi Rp 15 ribu," katanya.

Dia mengaku setiap hari berjualan Cireng di sekolah tak jauh dari rumahnya. Sehari dia mampu menjual 300 biji, satu biji dijual Rp 1.000. Adapun, dia mengambil dari agen per bijinya Rp 650.

"Keuntungan kotor Rp 105 ribu, dipotong minyak, saus, dan lainnya sekitar Rp 40 ribu. Jadi untung bersih Rp 65 ribu," kata bapak dua anak ini. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Haji 2015
  2. Kisah Inspiratif
  3. Haji
  4. Bekasi
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini