Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal lomba sabung ayam tanpa judi, warisan leluhur dari Bali

Mengenal lomba sabung ayam tanpa judi, warisan leluhur dari Bali lombang sabung ayam di Bali. ©2016 Merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Ketatnya pihak kepolisian memberantas judi di Bali, membuat penjudi sabung ayam yang biasa disebut 'bebotoh' kelimpungan. Untuk memenuhi kerinduan para bebotoh desa adat banjar Bersih Darmasaba, Kabupaten Badung, Bali menggelar lomba mebongbong atau tajen (sabung ayam).

Agus Andika sebagai Ketua Panitia lomba Cock fighting Derby Continental, mengatakan, hal ini adalah tradisi membobong yang merupakan warisan dari leluhur. Kata dia, dulu leluhur untuk menyalurkan aspirasi, selain di warung kopi, pasti dengan berkumpul sambil membawa ayam aduan atau saling bercerita hingga saling mendekatkan hubungan baik masyarakat Bali.

Selain itu, Agus juga menjelaskan, bahwa lomba tersebut sudah pernah digelar di berbagai tempat di Bali seperti Gianyar, Denpasar, Kelungkung dan hari ini yang ke 13 kalinya.

lombang sabung ayam di bali

lombang sabung ayam di Bali ©2016 Merdeka.com/gede nadi jaya

Lebih jauh lagi, Agus menegaskan, pelaksanaan lomba tajen atau ayam aduan ini tanpa judi dan sifatnya menghidupkan kembali budaya dan tradisi mebombong karena budaya tersebut sudah semakin pudar dengan adanya tajen yang dibarengi judi.

"Salah satu tujuan kegiatan ini adalah kita ingin mengangkat kembali tradisi mebombong dalam tadisi mebombong itu bisa dijadikan ajang tukar pikiran atara sesama peternak atau pemilik ayam. tanpa diisi dengan judi, dan perbedaan membombong dengan tajen judi adalah mebombong tidak ada taruhanya, kalau judi tajen ada taruhan uang," ungkapnya. Minggu (18/12).

Agus juga menyampaikan yang mendasari digelarnya kegiatan ini adalah untuk mengangkat peternak ayam aduan karena ayam aduan ini ada pangsa pasarnya sendiri.

"Kalau kita benar-benar serius dan ada dukungan pemerintah dan ada bantuan segala macamnya kita bisa mengekspor ayam aduan ini ke negara lain yang melegalkan judi ayam, seperti Filipina dan negara lainnya," jelasnya.

lombang sabung ayam di bali

lombang sabung ayam di Bali ©2016 Merdeka.com/gede nadi jaya

Selain itu lomba ayam aduan ini diikuti oleh 600 peserta yang datang dari berbagai daerah di Bali dan 300 lebih ayam aduan yang di perlombakan.

"Untuk lomba saat ini ada dua katagori kita memilahnya dengan memakai timbangan, kalau yang katagori kelas ringan itu beratnya 2,5 kilo gram dan untuk katagori kelasa berat itu di atas 2,5 kilo gram," ujarnya.

Selain itu, untuk pemenang lomba, akan ditentukan melalui media sosial Facebook, dan akan diunggah video mebombong ini ke media sosial Facebook.

"Video yang paling banyak mendapatkan likes akan menjadi pemenangnya, dan kedua katagori ini akan kami unggah ke media sosial masing-masing selam satu minggu. Mana yang mendapatkan likes paling banyak itulah yang menjadi juara," pungkasnya. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP