Mengenal Kampung Berlan & seluk beluk peredaran narkoba di dalamnya
Merdeka.com - Nama Kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur, belakangan ramai menjadi pemberitaan media. Sebabnya, polisi menggerebek sejumlah rumah yang berada di Kampung Berlan dan kampung yang berada di sebelahnya atau tepatnya di Jalan Slamet Riyadi IV, Kebon Manggis.
Penggerebekan itu berujung pada penganiayaan yang dilakukan massa kepada para personel yang berasal dari Polsek Senen itu. Massa yang datang dengan membawa parang dan golok itu bahkan membacok Iptu Bowo.
Sementara, Bripka Taufik dan seorang informan polisi atas nama Sibe loncat mencebur ke Kali Ciliwung untuk menghindari serangan dari warga.
Ironisnya, keduanya belakangan ditemukan tewas tenggelam. Jasad Bripka Taufik ditemukan mengambang di DPU Kanal Banjir Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Sedangkan mayat Sibe mengapung di Kanal Banjir Barat, Palmerah, Jakarta Barat.
Kemarin, petugas gabungan dari Polri dan TNI menggeledah kampung tersebut. Alhasil, petugas menemukan sejumlah alat pakai narkoba seperti jarum suntik dan senjata tajam.
Kampung Berlan dulunya terkenal sebagai kompleks TNI. Namun kini kompleks militer tersebut sudah banyak dihuni oleh warga sipil dan pensiunan TNI.
"Dulu memang asrama untuk TNI aktif, tapi sekarang dihuni pensiunan TNI dan banyak orang luar. Ada juga yang sudah campur, dulu bapaknya TNI sekarang sudah dihuni anak cucunya," kata Komandan Detasemen Polisi Militer/II Letkol Joni Kuswaryanto di Kampung Berlan, Jakarta, Kamis (21/1) kemarin. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya