Menengok Kondisi Posko BPN di Solo yang Sempat Disinggung Megawati Saat Kongres

Kamis, 8 Agustus 2019 21:04 Reporter : Arie Sunaryo
Menengok Kondisi Posko BPN di Solo yang Sempat Disinggung Megawati Saat Kongres Posko BPN Akan Digunakan Bisnis Kuliner. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Posko Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Jalan Letjen Suprapto No 53, Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (8/8) terpantau lengang. Kondisi tersebut sudah terjadi beberapa saat setelah gelaran Pilpres 2019 usai. Sejumlah atribut partai yang dulu terpasang kini sudah tidak terlihat.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, sempat menyindir Prabowo Subianto terkait keberadaan posko pemenangan di Jawa Tengah. Saat membuka kongres partainya di Bali, pagi ini, Megawati mengaku sempat dibikin capek dengan gempuran Partai Gerindra yang memusatkan posko pemenangan di Solo, yang merupakan kandang banteng.

Agus Sahid, pemilik bangunan tersebut mengaku sengaja mengosongkan bangunan ruko berantai 3 tersebut. Sebelum digunakan untuk Posko BPN, ia memanfaatkan ruko tersebut untuk gudang. Setelah tidak ada aktivitas dari BPN Prabowo-Sandi, lanjut dia, bangunan bercat hijau itu belum difungsikan lagi

"Dulunya memang gudang, kemudian saya pinjamkan untuk posko BPN Prabowo-Sandi. Jadi tidak menyewa, saya yang berinisiatif meminjamkan," ujar kader Partai Gerindra tersebut kepada wartawan, Kamis (8/8).

Agus belum berencana memanfaatkan bangunan tersebut. Mengingat kondisi ekonomi saat ini yang sedang lesu. Namun ke depan, Agus Sahid berencana untuk menggunakannya ruko untuk pengembangan bisnis kuliner.

"Mungkin nanti untuk bisnis kuliner. Kebutuhan pokok manusia kan makan, bagaimanapun bisnis kuliner paling banyak peluangnya dibanding bisnis lainnya," katanya.

Tak hanya bangunan di Sumber, sebelumnya Agus juga meminjamkan bangunan yang lebih besar dan luas di Jalan Adi Soemarmo, Colomadu untuk posko yang sama. Tak jauh berbeda nasibnya dengan ruko di Sumber. Bangunan dekat pintu tol Ngemplak tersebut juga belum dimanfaatkan. Saat Pilpres lalu bangunan tersebut dimanfaatkan sebagai Kantor Sekretariat Nasional (Setnas).

"Di sana juga masih saya kosongkan, dulu kan untuk swalayan," jelasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini