Mendikbud minta LSF ikut andil didik masyarakat soal film sehat
Merdeka.com - Film memiliki peran memotivasi tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya industri perfilman nasional. Itu sebabnya, Mendikbud meminta Lembaga Sensor Film mengedukasi masyarakat melalui film-film yang berkualitas.
"LSF jadi bagian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di mana tugasnya untuk mengedukasi masyarakat melalui film. Pertama agar mereka termotivasi dan tumbuh kesadarannya akan pentingnya industri perfilman nasional," ujar Effendi di Gedung Film, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (18/11) malam.
Namun, kata Effendi, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat soal itu harus melibatkan semua pihak.
"Baik dari kalangan pelaku produksi, baik dari para artis, produser dan tidak kalah penting penonton semua harus dilibatkan," ujar Effendi.
Selain itu, Effendi juga mengatakan penonton juga perlu diedukasi bukan hanya memilih film yang sehat, tetapi juga memotivasi mereka menjadi penonton yang menggairahkan. Hal ini bertujuan untuk mendorong produksi film semakin maju.
"Jika penonton bergairah jadi ada hubungan timbal balik penonton dan memproduksi film. Di situ peranan lembaga perfilman menjadi strategis terutama mengukur memberikan norma-norma bagaimana film yang sehat itu dapat diterima," ujar Effendi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Ahmad Yani Basuki, mengatakan pihaknya sedang melakukan tugas penyisiran dan regulasi terhadap film-film yang belum lulus sensor namun sudah tayang. Film yang belum lulus sensor tapi sudah tayang biasanya ditemukan pada layanan streaming.
"Layanan streaming memutar film yang jumlahnya luar biasa. Dan kita cermati memang sebagian tidak melalui proses sensor paling tidak sensor di negeri kita," ujar Yani.
Yani mengatakan, sebagian film belum lulus sensor namun sudah tayang melalui layanan streaming menjadi tanggung jawab moral bagi LSF. Sebab, LSF dipercaya menjaga garda depan budaya bangsa sehingga harus menyelamatkan masyarakat dari pengaruh negatif film.
"LSF memiliki tanggung jawab moral dalam kapasitasnya yang diamanati sebagai garda budaya bangsa yaitu menyelamatkan masyarakat dari pengaruh negatif film," ujar Yani.
Untuk menyiasati hal tersebut, Yani mengatakan, saat ini pihaknya sedang mensosialisasikan masyarakat melakukan sensor mandiri. Caranya dengan memilih film yang patut ditonton dan tidak patut ditonton.
"Masyarakat harus diingatkan, bahwa film yang belum lulus sensor itu berarti membawa pengaruh negatif. Kesadaran mereka masih harus terus dibangun untuk melakukan sensor sendiri dengan memilih film yang patut dan tidak," ujar Yani.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya