Memaknai langkah Ahok mencabut banding di pengadilan

Kamis, 25 Mei 2017 07:41 Reporter : Iqbal Fadil
Memaknai langkah Ahok mencabut banding di pengadilan Sidang Ahok. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya. Surat itu sudah dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo dan menunggu keputusan pemberhentian dari Istana. Mendagri Tjahjo Kumolo akan segera melantik Plt Gubernur Djarot Syaiful Hidayat sebagai gubernur definitif hingga masa jabatan berakhir pada Oktober 2017. Keputusan Ahok menerima hukuman 2 tahun penjara ini mendapat pujian dari berbagai pihak.

Pada Selasa (23/5), tim pengacara bersama istri Ahok, Veronica Tan mencabut berkas memori banding yang telah disampaikan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pencabutan banding itu merupakan keinginan Ahok, dan tim pengacara serta keluarga bisa memahami.

Adik Ahok yang juga anggota tim kuasa hukum, Fifi Lety Indra mengatakan pihak keluarga sempat mengusulkan agar mantan Bupati Belitung Timur itu tetap mengajukan banding. "Prosesnya panjang dan enggak gampang. Dari satu sisi, kita tahu hak Pak BTP (Basuki Tjahaja Purnama) untuk melakukan banding mencari keadilan, maka di satu sisi kami meminta untuk terus menjalankan haknya untuk banding dan memasukkan memori banding," katanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Setelah mendapati kesepakatan untuk banding, akhirnya pihak keluarga dan penasihat hukum menyampaikan usulan tersebut kepada Ahok. Tapi ternyata, Ahok berubah pikiran dan meminta berkas banding dicabut dan menerima vonis dua tahun penjara. "Semua itu dituangkan ke dalam surat yang Pak Ahok tulis sendiri, keputusan baru diambil (pihak keluarga dan penasihat hukum) pada Senin (22/5) sore itu juga," terangnya.

Sementara Veronica mengatakan, pihak keluarga mendukung penuh apapun keputusan yang diambil Ahok. "Dari pertama pada saat bapak menjabat sebagai gubernur, sampai menjadi tersangka, sampai pada proses hari ini, kami sekeluarga sudah merasa cukup untuk melanjutkan apa yang harus kami lakukan," ujarnya.

"Kami dengan anak-anak dan keluarga akan men-support bapak menjalani hukuman ini," imbuhnya.

"Seperti yang sudah disebutkan dari pengacara semua dan juga dari keluarga, kita juga tahu, dalam arti biar bapak jalankan ini saja, karena untuk kepentingan semua kepentingan bersama. Dalam arti kita tidak akan memperpanjang lagi, kita akan menjalankan apa yang diputuskan saja," tukas Veronica.

Sikap Ahok membatalkan proses hukum banding di Pengadilan Tinggi DKI mendapat apresiasi berbagai pihak. Salah satu lawan politik Ahok yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana meminta semua pihak menghormati keputusan itu. Dia juga meminta kepada pendukung Ahok untuk tenang.

"Itukan hak dia tidak banding dan hak pengacara harus kita hormati dan hargai. Sekarang semua orang harus cooling down setelah ini. Bahwa kita jangan terjebak pada satu permasalahan satu orang saja," kata Lulung saat dihubungi merdeka.com, Rabu (24/5).

Pujian juga datang dari Plt Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Dia menilai langkah tersebut demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Djarot menghormati putusan itu meski dia menilai hukuman 2 tahun penjara tidak adil bagi Ahok.

"Pak Ahok sudah ikhlas terima itu sebagai warga negara yang betul-betul taat hukum, tentu saja kita masih bertanya masih adakah keadilan, masalah keadilan dan kebenaran," katanya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).

Dia melihat, keputusan Ahok untuk tetap menerima hukuman tersebut akan membuat situasi semakin tenang. "Saya menghormati supaya tak ada lagi pro kontra, apalagi mau memasuki bulan suci Ramadan. Mari kita saling menghormati menghargai hal seperti ini, Ini contoh yang baik jadi beliau tidak lari dari kenyataan," jelasnya.

Sedangkan Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama menilai, pembatalan banding sebagai pengakuan bersalah oleh Ahok dalam kasus penodaan agama. "Pak Ahok sudah mencabut banding artinya sudah mengakui putusan hukum dan mengaku bersalah," kata Rhoma usai bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon di gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5).

Rhoma berharap, keputusan Ahok itu diikuti oleh para pendukungnya dengan kembali menciptakan suasana yang rukun dan damai. "Semoga ini diikuti seluruh fans Pak Ahok agar kita rukun lagi, guyub lagi. Sebagai bangsa Indonesia yang siap pertahankan Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, bisa saja ada penafsiran lain di balik langkah Ahok ini. Pertama, Ahok menerima vonis. Kedua, Ahok tengah menyiapkan upaya politik lain. Namun Fadli tidak mau berandai-andai. Dia memilih menunggu yang akan terjadi di kemudian hari.

"Apakah memang bisa menerima apa yang menjadi keputusan hakim itu atau mungkin akan ada upaya hukum lain atau upaya politik yang lain. Saya kira kita lihat saja," ucapnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini