Mayor TNI tewas ditembak OPM dikenal ramah dan halus bertutur kata
Merdeka.com - Kematian Mayor Inf Jhon De Fretes, menyisakan kesan mendalam bagi rekan seprofesi maupun teman sekolahnya. Mayor John tewas ditembak anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), di kampung Namuni, Mamberamo Raya, Papua, Senin (30/11).
Rekan John sewaktu menempuh kuliah di sekolah tinggi teologi, Etis Nehe mengatakan, sosok John merupakan orang yang ramah. Menurut Etis, John merupakan seniornya di Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar pada Tahun 1995. Kampus itu dulu terletak di kawasan Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, itu.
"Dia setahun lebih dulu dari saya. Pengalaman bertemu dia secara fisik dia tinggi besar dia orang Ambon. Kesan pertama saya kaget kok ini orang Ambon kok halus banget. Orangnya ramah. Kok sangat menjaga penampilan, ngobrolnya sangat ramah seperti orang Jawa," kata Etis saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (1/12).
Kesan pertama kali bertemu itu hingga kini masih melekat diingatan Etis. Meski kin aktif di militer, namun keramahan John tetap dirasakan Etis ketika bercengkrama lewat chatting pada 2011 silam. "Dia salah satu senior kita yang mengabdi di militer dan kariernya cukup bagus," kenang Etis.
Sayang sejak lulus pada 1999, Etis sendiri mengakui tidak pernah lagi bertemu dengan seniornya itu. Etis mengaku terakhir melakukan perbincangan dengan John pada Tahun 2011 lalu. Itupun hanya bercengkrama melalui facebook.
"Setahu saya dia posisinya di Magelang. Guru militer di akademi militer di Magelang. Makanya tadi kaget sekali dengar dari teman mendengar kabar itu. Tapi saya juga tidak tahu terakhir itu posisinya di Magelang atau di Jakarta. Ada satu hal yang tidak berubah dari dia. Keramahan dan kehalusan dalam bertutur katanya yang saya ingat sampai sekarang," tutur Etis.
Sebelumnya diberitakan, Mayor Inf John De Fretes tewas setelah dihadang kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Namuni, Mamberamo Raya, Papua, Senin (30/11). Sementara dua anak buahnya berhasil menyelamatkan diri.
Kapendam Cendrawasih Letkol Infantri Teguh Puji Rahardjo mengatakan pada saat kejadian John melaksanakan pemantauan dalam rangka membantu masyarakat di Mamberamo. John berstatus perwira penghubung karena ada satu kabupaten tidak ada Kodimnya.
Tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Saat ditemukan pukul 08.30 waktu setempat Jhon sudah tidak bernyawa di pinggir sungai. Saat ini petugas masih memburu para pelaku. Oleh Panglima TNI, pangkat John dinaikan karena gugur dalam tugas.
"Langsung anumerta Letkol. Langsung dari Panglima TNI. Keluarga di Magelang," kata Kapendam Cendrawasih Letkol Infantri Teguh Puji Rahardjo.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya