Masyarakat Muslim Tionghoa laporkan Steven karena hina Gubernur NTB
Merdeka.com - Masyarakat Muslim Tionghoa (Musti) melaporkan Steven Hadisurya Sulistiyo ke Polda Metro Jaya. Laporan dilatarbelakangi atas dugaan penghinaan yang dilakukan Steven terhadap Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.
Ketua Umum Musti, Mohamad Jusuf Hamka menjelaskan laporan dilayangkan pada Jumat (14/6) malam melalui Kuasa Hukumnya, Farhat Abbas dan Elza Syarief.
Jusuf menjelaskan, melaporkan Steven karena sakit hati terhadap sikap Steven yang menghina Gubernur NTB. Hal ini, kata dia, sama saja mencoreng perjuangan sejumlah pihak termasuk dirinya yang terus berjuang memperkuat kebhinekaan di tanah air.
"Sejak tahun 70-an, 80an saya merajut kebhinekaan ini dengan susah payah. Tapi ada orang sombong memperlakukan Gubernur saja seperti itu, apalagi dia memperlakukan pembantunya," kata Jusuf di Jakarta, Minggu (16/4).
Jusuf meminta kepolisian segera mengambil tindakan. Sebab, hal ini, patut untuk diseriusi karena telah mencoreng kebhinekaan di tanah air.
"Gubernur NTB bisa memaafkan. Tapi saya nggak. Saya bangun kebhinekaan ini sejak tahun 70-an," ujarnya.
Laporan dibuat atas dugaan penyebaran kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis atas pernyataan Steven yang diduga menyebut 'dasar pribumi tiko' ke Gubernur NTB.
Jusuf mengatakan melaporkan Steven tanpa berkoordinasi dengan Gubernur NTB sehingga dirinya melaporkan atas inisiatif pribadi.
Seperti diketahui, peristiwa menghebohkan sempat terjadi di Bandara Changi, Singapura. Tepatnya pada, Minggu (9/4) lalu sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saat itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mendapatkan kata-kata kasar dari seseorang bernama Steven Hadisurya Sulistyo.
Pada saat itu TGB bersama istrinya hendak bertolak menuju Jakarta. TGB memang sempat meninggalkan barisan antrian untuk maju ke arah petugas. Ternyata dari belakang, berteriaklah seseorang untuk memprotes karena merasa diserobot TGB. Pria itu adalah Steven.
Padahal saat itu, Gubernur NTB hanya sejenak meninggalkan antrean untuk bertanya kepada petugas. Bahkan sang istri tetap berada dalam baris antrean.
Kejadian itu berujung pada urusan polisi di Bandara Soekarno-Hatta. TGB melaporkan penghinaan itu begitu tiba di Jakarta. Hingga akhirnya Steven menyesali perbuatannya dan meminta maaf atas perkataan yang sudah dilontarkannya tersebut.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya