Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masuki Pancaroba, Peternak Keluhkan Ayam Petelur Alami Stres

Masuki Pancaroba, Peternak Keluhkan Ayam Petelur Alami Stres Ayam-ayam petelur Massimo Rapella. ©Massimo Rapella/Uovo di Selva

Merdeka.com - Peternak di Sumatera Selatan mengeluhkan ayam petelur mengalami stres akibat musim pancaroba. Hal ini berdampak pada kenaikan harga telur karena produksi menurun.

Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumsel Ismaidi Chaniago mengungkapkan, situasi ini mulai terjadi beberapa pekan terakhir karena memasuki musim pancaroba. Cuaca berubah-ubah membuat ayam stres yang berujung kematian. Peternak harus mengeluarkan biaya lebih untuk menstabilkan kesehatan ayam agar tidak banyak yang mati.

"Cuaca berubah-ubah, kadang panas kadang hujan membuat ayam stres, parahnya banyak ayam mati. Ini membuat peternak rugi," ungkap Chaniago, Rabu (17/6).

Menurut dia, pada suhu normal ayam dapat beradaptasi dengan membutuhkan suhu ruangan sekitar 100 hingga 130 konstanta. Sedangkan beberapa pekan terakhir indeks itu berada pada 170 konstanta.

"Kelembaban mestinya di bawah angka 150, tapi sekarang 170, jauh lebih tinggi. Makanya ayam pada stres dan mati lalu menular ke lainnya," kata dia.

Ayam stres berdampak pada nafsu makan dan akibatnya produksi telur berkurang. Penurunan produksi juga berimbas pada kenaikan harga telur di pasar. Dalam sepekan terakhir dampak harga ayam pun berangsur naik di harga Rp22.800 pada hari ini dari harga beberapa pekan lalu hanya Rp17.000 per kg.

"Kondisi produksi yang menurun menyebabkan harganya naik," ujarnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP