Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masker Langka, Polresta Surakarta Sisir Sejumlah Apotek

Masker Langka, Polresta Surakarta Sisir Sejumlah Apotek Jajaran Satreskrim Polresta Solo menyisir apotik Padma. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kelangkaan masker juga terjadi di Kota Solo. Hilangnya masker begitu terasa saat terjadinya erupsi Gunung Merapi, kemarin. Saat hujan abu terjadi, beberapa jam, banyak warga yang tidak mendapatkan pelindung mulut dan hidung itu.

Guna mengurai kelangkaan tersebut, jajaran Polresta Surakarta menyisir sejumlah apotek, distributor hingga produsen. Mereka melakukan pendataan untuk mengurai penyebab kelangkaan.

"Kita langsung terjun dan melakukan pendataan untuk mencari akar masalahnya. Kenapa masker dan hand sanitizer serta antiseptik lain bisa langka di Kota Solo," ujar Kanit Korwas PPNS Satreskrim Polresta Surakarta, Iptu Catur Agus Yudo, Rabu (4/3).

Menurut Catur, penyisiran serupa akan akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Sehingga ditemukan akar masalah penyebab kelangkaan masker.

"Akan terus kita cari, jangan sampai ada pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi merebaknya virus corona COVID-19 ini. Kita akan memastikan hingga tidak ada yang memanfaatkan hal itu di Kota Solo," katanya.

Dia mengancam jika ditemukan adanya penimbunan masker, akan dilakukan tindakan hukum.

Pantauan merdeka.com, penyisiran pertama dilakukan di Apotek Padma, Jalan R.M. Said No.156, Punggawan, Banjarsari. Sejumlah petugas sempat berbincang dengan petugas bagian pembelian Santosa.

"Kami sudah sejak satu bulan terakhir tidak menjual masker. Harganya mahal, bukan cuma naik ya, tapi berganti harga," katanya.

Misalnya, lanjut dia, salah satu produk masker dari satu boks semula harganya Rp50 ribu naik menjadi Rp280 ribu per boks. Sejak itulah pihaknya memilih untuk tidak menjual lagi.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP