Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bertemu Jokowi di UNS

Senin, 13 September 2021 23:02 Reporter : Arie Sunaryo
Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bertemu Jokowi di UNS Presiden Jokowi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (13/9). Selain luring pertemuan juga dilakukan secara daring.

Ikut mendampingi presiden, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadhiem Makarim dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam sambutannya, Ketua MRPTNI Prof.Dr. Jamal Wiwoho menyampaikan beberapa hal kepada Presiden Jokowi. Ia juga menyampaikan jika pertemuan tersebut bisa mengobati rasa ribdu yang sudah lama terpendam karena ingin beraudiensi dengan Presiden.

Pada awal sambutannya, Jamal yang juga Rektor UNS itu menyampaikan laporan terkait pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) di Perguruan Tinggi.

Ia bersyukur, situasi dan kondisi pandemi covid-19 yang berangsur membaik dan sebagian besar wilayah Indonesia sudah masuk dalam Level 3.

"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, maka sejawat Rektor anggota MRPTNI diawal semester ini sepakat melakukan uji coba pelaksanaan PTM secara bertahap dan bersyarat," katanya.

Kendati demikian, dikatakan Jamal, saat ini masih ada beberapa perguruan tinggi yang belum melakukan uji coba PTM. Hal tersebut dikarenakan alasan situasi dan kondisi daerah setempat yang masih berstatus rawan terhadap penularan Covid-19 atau berada di Level 4.

Jamal juga melaporkan terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Perguruan Tinggi. Untuk mendukung kesuksesan program Vaksinasi Nasional, lanjut dia, segenap perguruan tinggi dengan dukungan yang luar biasa dari Pemerintah Daerah setempat, Institusi TNI/Polri, Ikatan Alumni dan Fakultas Kedokterannya, telah melakukan vaksinasi besar-besaran bagi civitas akademikanya.

Namun mengingat banyaknya jumlah civitas akademika perguruan tinggi negeri yang harus divaksin, maka belum seluruhnya memperoleh kesempatan vaksin.

"Semoga Bapak Presiden berkenan mengusahakan percepatan vaksinasi di perguruan tinggi," katanya.

Terkait peran perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19, Jamal menyampaikan bahwa totalitas perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan di era pandemi tidak diragukan lagi.

Di antaranya, kata Jamal, dengan pengembangan berbagai platform model pembelajaran virtual. Hal itu untuk merespon perubahan sistem pembelajaran akibat pandemi, termasuk melakukan perubahan kultur manajemen perguruan tinggi berbasis digital.

"Di bidang inovasi riset, perguruan tinggi telah sukses memicu energi positif risetnya. Yakni dengan melakukan lompatan kreatif dan inovasinya sehingga menghasilkan ribuan variasi riset dan prototip inovasi, termasuk reka cipta untuk penanganan dan pengendalian virus Covid-19," urainya.

Sementara itu untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19, Jamal menyebut, perguruan tinggipun ikut merespon dengan cepat melalui kebijakan refocusing dan realokasi anggaran.

Meskipun dampak yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut sangat berat, yakni terkendalanya capaian target program yang sudah ditetapkan sebelumnya. Termasuk tertundanya berbagai penyelesaian pembangunan gedung yang masuk dalam kategori Kontruksi Dalam Pengerjaan (KDP).

"Semoga tahun depan tersedia alokasi anggaran untuk menuntaskannya,"ucap Jamal.

Pada bagusan akhir Jamal menambahkan, sebenarnya masih banyak topik-topik lain yang ingin disampaikan. Misalnya tentang Paradigma baru otonomi perguruan tinggi, peningkatan kualitas SDM dosen dan lulusan, Kolaborasi dan sinergi Perguruan Tinggi dengan industri, Keseimbangan nisbah dosen dengan mahasiswa serta Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan lainnya.

"Namun karena terbatasnya waktu Bapak Presiden di Solo, maka kami para Rektor sepakat akan menjadwalkan kembali pertemuan semacam ini pada waktu yang akan datang," pungkas Jamal. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini