'Mahkota Cenderawasih Simbol Kebesaran, Jangan Pakai Sembarangan di PON XX Papua'

Minggu, 5 September 2021 15:29 Reporter : Richard Jakson Mayor
'Mahkota Cenderawasih Simbol Kebesaran, Jangan Pakai Sembarangan di PON XX Papua' Mahkota Cenderawasih yang jadi souvenir PON. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Perhelatan event nasional empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua tinggal sebulan lagi digelar, segala hal berkaitan penyelengaraannya sudah dipersiapkan. Satu hal di luar agenda PON XX Papua itu yakni, penggunaan mahkota burung cenderawasih selama ini selalu disamatkan pada tamu yang berkunjung ke Papua, sebagai tanda penyambutan telah datang.

Tetapi untuk PON XX Papua kali ini, mahkota burung cenderawasih diminta jangan disamatkan pada tamu, atau dipakaikan secara sembarangan kepada orang yang bukan seorang raja atau pemimpin menurut kebiasaan dan tatanan adat orang Papua. Burung cenderawasih bagi orang Papua adalah burung surga, burung yang membawa harapan atas keagungan Tuhan bagi tanah Papua.

Berikut tanggapan beberapa orang Papua soal pengunaan mahkota burung cenderawasih, yang dirangkum merdeka.com, Minggu (5/9).

"Selama mahkota burung cenderawasih itu imitasi silakan saja disamatkan. Tetapi jika mahkota burung cenderawasih itu dalam bentuk kramasi sebaiknya jangan disamatkan. Mahkota burung cenderawasih itu simbol kebesaran, simbol dari seorang ondoafi (pemimpin adat). Dan hanya ondoafi yang boleh menggunakannya, lain dari itu tidak. Jadi mahkota burung cendewasih itu adalah simbolisasi dari kekuasaan budaya Papua," kata Henokh Ondi, salah satu masyarakat adat Port Numbay.

"Semua orang Papua tidak menginginkan mahkota burung cenderawasih itu dipakai secara sembarangan. Karena mahkota burung cenderawasih itu sebagai lambang kebesaran. Dan saya mendukung itu. Mari kita modifikasi burung cenderawasih dalam logo dan souvenir untuk menyambut PON XX 2021 ini," ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.

"Mahkota burung cenderawasih itu tanda dari kebesaran seorang ondoafi, dan tidak bisa orang lain pake sembarangan kalau dia bukan ondoafi," sebut Penehas Ondoapo, selaku ondoafi masyarakat adat Kampung Demoiksi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Papua
  3. PON XX Papua
  4. Jayapura
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini