Mahfud MD Sebut Panitia Tak Jalankan Antisipasi Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya

Minggu, 2 Oktober 2022 09:04 Reporter : Ronald
Mahfud MD Sebut Panitia Tak Jalankan Antisipasi Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya Mahfud MD gelar konpers terkait Lukas Enembe. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyesalkan terjadinya tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Menurutnya, aparat kepolisian sudah berupaya melakukan antisipasi atas peristiwa tersebut.

"Sebenarnya sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore bukan malam, jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang. Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat," tutur Mahfud kepada wartawan, Minggu (2/10).

Alhasil, pertandingan tetap dilangsungkan pada malam hari dan tiket yang dicetak berjumlah 42.000 lembar.

"Pemerintah menyesalkan atas tragedi Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik. Kepada keluarga korban kami menyampaikan belasungkawa. Kami juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkoordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan," kata Mahfud.

Kepolisian menyebut suporter yang berbuat anarkis jadi alasan utama ditembakannya gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang saat laga Arema lawan Persebaya. Dalam tragedi itu, 127 orang meninggal dunia dan 180 orang masih dirawat.

2 dari 3 halaman

Tragedi pilu itu terjadi seusai Arema FC kalah 2-3 dari tamunya, Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Aremania (suporter Arema) meluapkan kekecewaannya dengan masuk ke lapangan. Situasi yang tak terkendali itu berakhir jadi duka.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, mengatakan, selama 2x45 menit pertandingan berjalan lancar tanpa gejolak berarti. Namun usai pertandingan, sejumlah suporter yang tak puas dengan hasil itu turun dari tribun lalu merangsek masuk ke dalam lapangan.

"Masalah terjadi usai pertandingan, mereka kecewa kalah di kandang sendiri sebelumnya selama 23 tahun tak pernah kalah," kata Nico dalam keterangan resminya di Malang, Minggu, 2 Oktober 2022.

Hal itu menggerakkan penonton turun ke tengah lapangan untuk mencari pemain dan ofisial Arema FC guna melampiaskan kekecewaannya. Dalam prosesnya, sambung Nico, hal itu dinilai membahayakan keselamatan tim Persebaya maupun Arema.

3 dari 3 halaman

Petugas keamanan yang berusaha menghalau tak digubris. Situasi kacau tak terkendali, bahkan ada beberapa petugas yang mendapat pukulan dari suporter. Karena itulah petugas kepolisian kemudian melepaskan tembakan gas air mata.

"Mereka pergi ke satu titik di pintu 12 kemudian ada penumpukan dan di sana (menyebabkan) kekurangan oksigen, sesak napas. Tim medis di dalam stadion berupaya menolong," ujar Nico.

Ia mengatakan, tidak semua dari total 42 ribu penonton yang memenuhi Stadion Kanjuruhan berbuat anarkis. Diperkirakan ada sekitar 3.000 penonton yang merangsek masuk lapangan. "Jadi kalau semua patuh aturan maka kami akan kerja baik," ucapnya.

Dari seluruh korban jiwa itu, 34 orang meninggal dunia saat di stadion dan 93 orang meninggal dunia di rumah sakit. Selain korban jiwa, sampai Minggu pagi ini masih ada 180 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Malang. Seluruhnya sesak napas kekurangan oksigen.

"Selain itu, ada 10 mobil dinas polisi dan 3 mobil pribadi rusak. Kami menyesalkan, prihatin dan sangat berduka cita atas kejadian ini," ujar Nico.

Kepolisian akan terus mengecek kondisi di lapangan guna memastikan tidak ada korban tertinggal baik di dalam maupun di area stadion. Nico meminta untuk saat ini agar semua pihak fokus ke upaya penanganan korban.

"Nanti akan ada penjelasan lebih lanjut dan mohon beri kami waktu untuk pendalaman lebih lanjut," kata Nico.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com. [tin]

Baca juga:
Bunyi Aturan FIFA Larang Pakai Gas Air Mata Tangani Massa Ricuh di Stadion
Polri Tegaskan Usut Tuntas Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya
Pemerintah Janji Tanggung Biaya Perawatan Korban Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya
Mahfud MD: Kericuhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya Bukan Bentrok Antarsuporter
Manajemen Bentuk Crisis Centre Buntut Laga Arema FC vs Persebaya Berakhir Ricuh
Memahami Aturan FIFA soal Penggunaan Gas Air Mata oleh Aparat saat Amankan Sepak Bola

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini