Mahasiswa Tewas saat Demo DPRD Kendari, IMM Desak Kapolda Sultra Dicopot

Kamis, 26 September 2019 23:36 Reporter : Abdul Aziz
Mahasiswa Tewas saat Demo DPRD Kendari, IMM Desak Kapolda Sultra Dicopot Aksi Solidaritas IMM di Banyumas. ©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berduka. Kader IMM, Immawan Randi tewas saat demo berujung ricuh di kantor DPRD Sulawesi Tenggara bersama ribuan mahasiswa se-Kota Kendari.

Kader dan alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya Immawan Randi, Kamis (26/9). Aksi solidaritas digelar di depan gerbang Mapolres Banyumas.

Ketua IMM Cabang Banyumas, Muhamad Ikhwan mengatakan kematian Immawan Randi merupakan tragedi besar. Dia menilai terbunuhnya Randi menunjukkan bahwa keadaan negara sedang tidak baik. Polisi menunjukkan sikap represif saat menghadapi mahasiswa yang menyuarakan aspirasi.

"Polisi membunuh rakyatnya sendiri. Randi memperjuangkan UU KPK dan RUU KUHP yang tak berpihak pada rakyat. Selama rakyat indonesia dizalimi, perjuangan mahasiswa akan terus di jalanan dan berada di tengah-tengah rakyat Indonesia," kata Ikhwan saat berorasi.

Ikhwan mengatakan IMM Banyumas akan menggelar aksi solidaritas lebih besar untuk mengecam tindakan represif aparat keamanan pada Kamis (27/9). Dari seruan IMM pusat, mereka akan menuntut pencopotan jabatan Kapolda Sulawesi Tenggara. Selain itu IMM meminta mengusut kasus kematian Immawan Randi sampai tuntas.

"Kami akan langsung unjuk rasa lebih besar esok hari. Anggota IMM di Banyumas kurang lebih 500 orang," kata Ikhwan.

Ketua Pemimpin Daerah Pemuda Muhammadiyah sekaligus alumni IMM, Nur Fauzi mengatakan Randi adalah tumbal reformasi jilid II. Ia mengutuk bentuk represif dari pihak keamanan kepada pengunjuk rasa. Menurutnya aparat keamanan semestinya menjaga bukan justru menghabisi nyawa mahasiswa.

"Malah dihabisi. Maka tidak kata lain selain lawan. Melawan kezaliman", kata Fauzi.

Selama melangsungkan aksi solidaritas, alumni dan kader IMM Banyumas melantangkan yel-yel berbunyi "reformasi dikorupsi", dan "reformasi dikebiri" di hadapan penjagaan polisi. Sebelumnya mereka juga melangsungkan salat gaib untuk Immawan Randi di masjid 17 Purwokerto. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini