Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahasiswa Malang Ditangkap Densus, Sebarkan Propaganda ISIS Lewat Grup Facebook

Mahasiswa Malang Ditangkap Densus, Sebarkan Propaganda ISIS Lewat Grup Facebook Ilustrasi ISIS. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri telah mengamankan seorang mahasiswa berinisial IA (22),di Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (23/5), sekira pukul 12.00 Wib. Terduga teroris yang mendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia ini diketahui terlibat mengelola media sosial dalam rangka penyebaran materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme.

Kabag Banops Densus 88 antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, IA dalam menyebarkan materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme ini dilakukannya hanya di media sosial seperti Facebook saja dan bukan di Youtube.

"Untuk masyarakat secara umum ya, lebih banyak ke dalam jaringannya sih enggak seperti di publish ke YouTube umum gitu ya. Dia di group atau di fanbase atau di Facebook groupnya dia gitu," kata Aswin saat dihubungi, Rabu (1/6).

"Propagandanya ya terkait dukungan ya, dukungan terhadap ISIS terus cita-cita berdirinya daulah atau negara Islam gitu ya. Negara Islam Indonesia atau khilafah lah ya di tempat kita, ya seputaran itu sih materinya.Video-video materi yang dikirim kemudian dia yang menerjemahkan membuat teks-teks untuk bacaan-bacaan di video-video itu," sambungnya.

Aswin menyebut, untuk materi yang dikirim atau disebarkan oleh IA itu dikirim oleh terduga teroris lainnya yakni MR yang sudah lebih dulu ditangkap. Namun, MR mengirim meteri itu ke IA sebelum ia ditangkap oleh petugas.

"Komunikasi salah satunya selain daripada penyerangan adalah mendapatkan materi konten dari tersangka yang sudah ditangkap di Jakarta, MR," sebutnya.

Ia menegaskan, IA ditangkap oleh pihaknya karena diduga telah melakukan penyebaran propaganda ISIS dalam bentuk tayangan video yang berbahasa Arab maupun yang sudah diterjemahkannya.

"Dia ditangkapnya karena melakukan penyebaran propaganda ISIS, baik yang berbahasa Arab ataupun yang sudah diterjemahkan oleh dia," tegasnya.

Namun, terkait IA bisa atau menguasai bahasa Arab atau tidak. Aswin tidak mengetahui hal tersebut, hanya saja memang video yang ia kirim ke sejumlah group yang ia miliki itu sudah dalam bentuk terjemahan bahasa Indonesia.

"Kurang tahu (menguasai bahasa Arab) kalau begitu bisa menggunakan orang lain lagi, saya kira materi propaganda ISIS yang diterjemahkan oleh yang bersangkutan ke dalam bahasa Indonesia," tutupnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri telah menangkap terduga teroris berinisial IA (22) pada Senin (23/5) sekitar pukul 12.00 Wib. Diketahui, pria yang ditangkap itu merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan di Kota Malang, Jawa Timur.

Karopenmas Div Humas Polri Brijen Ahmad Ramadhan mengatakan, IA yang masih berstatus sebagai mahasiswa itu diduga tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulat (JAD).

"Sementara didalami, namun komunikasi intens terhadap MR dimana MR adalah salah satu anggota kelompok JAD. Sedangkan ia didalami apakah teroris mana, yang jelas dukungan ke ISIS, pengumpulan dana untuk organisasi ISIS di Indonesia," kata Ramadhan kepada wartawan, Selasa (24/5).

Keterlibatan

Ia menjelaskan, untuk keterlibatan IA yakni mengumpulkan dana untuk membantu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berada di Indonesia. Tak hanya itu, ia juga mengelola media sosial dalam rangka penyebaran materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme.

"Ketiga, yang bersangkutan berkomunikasi secara intens dengan tersangka dari kelompok JAD atas nama MR yang sudah ditangkap, dalam rangka merencakan amaliah terhadap fasilitas umum dan kantor-kantor polisi," jelasnya.

Kini, penyidik dari Densus 88 masih memproses dan mendalami lebih lanjut terkait keterlibatan terduga teroris tersebut dan mengembangkan terhadap tersangka lainnya.

Lalu, terkait komunikasi yang dilakukan antara IA dengan MR atau terduga teroris yang sudah ditangkap lebih dulu ini dilakukan sebelum MR ditangkap oleh Densus.

"(Komunikasi) Sebelum saudara MR ditangkap, saudara MR ditangkap di tahun ini juga. Penangkapan itu tentunya kita kan tidak menerima keterangan langsung melakukan penindakan. Penyidik Densus sangat berhati-hati dalam melakukan tindakan, mengumpulkan bukti yang cukup untuk melakukan upaya-upaya paksa termasuk upaya penangkapan," ungkapnya.

Terkait dengan barang bukti yang disita, Ramadhan belum bisa membeberkannya. Akan tetapi, penangkapan itu disebutnya dengan berdasarkan bukti yang ada.

"(Barang bukti disita) Untuk menangkap tersangka tentu penyidik harus memiliki alat bukti. Tapi dalam keterangan ini, masih didalami oleh penyidik. Alat bukti yang dimiliki Densus tentu sudah cukup. Karena menentukan sebagai tersangka, kita harus mendasari minimal dua alat bukti," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Kenalan Cowok dari Facebook, Siswi Kelas 3 SMP Disetubuhi 4 Kali hingga Diajak Ngamen
Kenalan Cowok dari Facebook, Siswi Kelas 3 SMP Disetubuhi 4 Kali hingga Diajak Ngamen

Orangtua VEC menjemput korban di Jepara, selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Semarang.

Baca Selengkapnya
Viral Mahasiswa Katolik Unpam Digeruduk saat Ibadah, Anggota DPR Minta Polisi Tangkap Perusak Toleransi
Viral Mahasiswa Katolik Unpam Digeruduk saat Ibadah, Anggota DPR Minta Polisi Tangkap Perusak Toleransi

Video keributan viral di media sosial. Dalam salah satu postingan keributan terjadi di Jl Ampera Rt 007 Rw 002, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangsel.

Baca Selengkapnya
Penjelasan Polisi soal Unggahan Viral Penghuni Indekos di Tangsel Mengaku Diintimidasi Saat Ibadah
Penjelasan Polisi soal Unggahan Viral Penghuni Indekos di Tangsel Mengaku Diintimidasi Saat Ibadah

Disebut-sebut pelaku tindak keras dan intimidasi adalah masyarakat setempat dan juga ketua RT.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kisah Pak Dosen Setiap Mengajar Tak Diperhatikan Mahasiswa & Kelasnya Kosong, Sikapnya Bikin Auto Menangis
Kisah Pak Dosen Setiap Mengajar Tak Diperhatikan Mahasiswa & Kelasnya Kosong, Sikapnya Bikin Auto Menangis

Berikut kisah seorang dosen yang sikapnya bikin menangis.

Baca Selengkapnya
Viral Warga Sawangan Depok Ribut Gara-Gara Bayinya Terganggu Saat Bangunkan Sahur, Ini Cerita Lengkapnya
Viral Warga Sawangan Depok Ribut Gara-Gara Bayinya Terganggu Saat Bangunkan Sahur, Ini Cerita Lengkapnya

Salah satu warga mengaku geram karena aktivitas sekelompok warga membangunkan sahur membuat bayinya yang sedang tidur terganggu.

Baca Selengkapnya
Bidan Diduga Malpraktik Pasien Maag hingga Meninggal Punya Jabatan Mentereng di Prabumulih
Bidan Diduga Malpraktik Pasien Maag hingga Meninggal Punya Jabatan Mentereng di Prabumulih

Penyelidikan setelah video pengobatan ZN viral di media sosial.

Baca Selengkapnya
Viral Residivis Tewas saat Ditangkap, Kasatreskrim Polrestabes Makassar: Tiga Anggota Saya Sudah Serahkan Diri
Viral Residivis Tewas saat Ditangkap, Kasatreskrim Polrestabes Makassar: Tiga Anggota Saya Sudah Serahkan Diri

Video seorang pria inisial D (47) meninggal dunia diduga dipukuli tiga polisi di Jalan Tinumbu, Kota Makassar beredar luas di media sosial (medsos).

Baca Selengkapnya
Viral 2 Kelompok Bak Gengster Saling Serang Pakai Busur Hingga Molotov di Sawah Besar, Ini Kronologinya
Viral 2 Kelompok Bak Gengster Saling Serang Pakai Busur Hingga Molotov di Sawah Besar, Ini Kronologinya

Aksi tawuran ini viral di media sosial setelah dua kelompok tersebut tertangkap CCTV. Salah satunya diunggah akun Instagram @info_sawahbesar.

Baca Selengkapnya
Detik-Detik Eks Casis Bintara Iwan Dihabisi Serda Adan, Korban Dicekik, Ditusuk Lalu Dibuang ke Jurang
Detik-Detik Eks Casis Bintara Iwan Dihabisi Serda Adan, Korban Dicekik, Ditusuk Lalu Dibuang ke Jurang

Polisi ungkap detik-detik peristiwa tewasnya eks calon siswa Bintara Iwan oleh anggota TNI AL Serda Adan.

Baca Selengkapnya