Mahasiswa Berprestasi Asal Kediri Tewas dalam Indekos di Jember

Selasa, 21 Januari 2020 14:30 Reporter : Muhammad Permana
Mahasiswa Berprestasi Asal Kediri Tewas dalam Indekos di Jember Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Merdeka.com - Nasib tragis dialami Moh Angga N, mahasiswa asal Kediri yang tengah menuntut ilmu di Politeknik Negeri Jember (Polije). Pria kelahiran 18 Mei 1997 ini ditemukan tak bernyawa di dalam indekos yang ada di Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Dilihat kondisi fisiknya saat ditemukan, diduga korban sudah meninggal dunia sejak dua hingga tiga hari yang lalu.

Korban pertama kali ditemukan Aan, tetangga sebelah kamar kosnya pada Senin (20/01) siang. "Sejak Jumat itu saya sudah mencium bau tidak enak dan Senin ini makin tajam. Makanya saya intip, lalu kaget. Saya tidak berani buka, lapor polisi," ujar Aan saat dikonfirmasi awak media.

Sesaat setelah menerima laporan, sekitar lima anggota Polsek Sumbersari tiba dia lokasi. Selain mengevakuasi jenazah, polisi juga menggelar olah tempat kejadian perkara (olah TKP) tahap awal.

Korban Angga merupakan warga asal Desa Ploso, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hingga malam ini, polisi belum menyebut secara resmi penyebab kematian korban Angga.

"Sekarang sudah di kamar jenazah RSD dr Subandi Jember. Kita tunggu hasil visum. Cuma dari keterangan keluarga korban di Kediri, memang sebelumnya korban sakit," ujar Kompol Faruk Mustafa Kamal, Kapolsek Sumbersari saat dikonfirmasi.

Selain masih memeriksa beberapa saksi, penyebab pasti meninggalnya korban Angga juga masih didalami polisi. "Kita masih tunggu juga kedatangan anggota keluarganya dari Kediri. Malam ini kabarnya mau datang," lanjut Faruk.

Dari hasil olah TKP tahap awal, polisi menemukan obat flu dan sejumlah resep obat dari Klinik dr Suherman, klinik kesehatan yang ada di Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ), tidak jauh dari indekos korban. Selain itu, laptop milik korban juga masih diperiksa polisi.

Status korban sebagai mahasiswa Polije juga dibenarkan oleh Wahyu Kurnia, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Polije.

"Benar dia mahasiswa kami. Saya ditelpon polisi tadi sore, dan kita langsung kirim dua pegawai kami untuk mengecek ke lapangan. Dan ternyata benar, dia mahasiswa Polije," tutur Wahyu, saat dikonfirmasi terpisah.

Korban Angga disebut sebagai mahasiswa D3 Teknik Komputer. Saat ini korban sedang menyusun tugas akhir. "Kami benar-benar nelangsa (trenyuh) mendengar kabar ini. Anak rantau yang sedang menuntut ilmu, meninggal sendirian di kamar kosnya," tutur Wahyu dengan sedih.

Dugaan sementara bahwa korban meninggal karena sakit, berdasarkan hasil olah TKP tahap awal, sesaat setelah penemuan jenazah. Selain tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, juga ditemukan obat flu dan obat resep dokter dari Klinik dr Suharman, yang terletak tidak jauh dari rumah kost korban.

Catatan akademis Angga juga menunjukkan bahwa korban punya riwayat akademis yang cukup baik. Terlebih, dia juga merupakan penerima beasiswa penuh dari pemerintah.

"Dia kan mahasiswa program Bidik Misi, jadi untuk nilai akademik di kampus, tidak bermasalah," tutur Wahyu.

Dikutip dari laman Kemendikbud, beasiswa Bidik Misi adalah beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sejak awal kuliah hingga lulus. Beasiswa ini diberikan kepada calon mahasiswa dengan kemampuan ekonomi lemah dan potensi akademik baik. Salah satu syaratnya, selama kuliah, nilai akademik, harus stabil prestasinya.

"Saya trenyuhnya karena membayangkan dia meninggal sendirian. Saat jauh dari keluarga dan sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir," kata Wahyu.

Begitu mendapat informasi dari kepolisian, Wahyu langsung menghubungi pihak keluarga korban, dengan berdasarkan data akademik yang ada di kampus.

"Orang tuanya Shock, kaget dan tidak percaya. Dikira penipuan. Saya sampaikan perlahan juga," tutur Wahyu.

Sempat tidak percaya, perlahan orang tua mahasiswa Angga bisa menerima kenyataan bahwa buah hatinya itu telah tiada.

Dalam komunikasi telepon tersebut, ibu Angga mengakui bahwa anaknya sedang sakit. "Jadi terakhir, Angga ini telepon keluarganya. Mengabarkan bahwa dirinya sedang sakit," lanjut Wahyu.

Komunikasi via telepon seminggu yang lalu itu, juga sekaligus menjadi komunikasi terakhir antara ibu dan anak tersebut. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Penemuan Mayat
  2. Jember
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini