Longsor tewaskan 3 penambang ilegal di Kediri, 1 masih hilang
Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) BPBD Kabupaten Kediri, Randy Agatha menjelaskan, data akhir akibat penambangan pasir ilegal di Sungai Ngobo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, jumlah korban meninggal tiga orang, empat luka berat dan 1 belum ditemukan.
"Awalnya pada kejadian Jumat pagi ada 5 yang dilaporkan dimana 3 di antarannya meninggal dunia dan 2 masih dalam pencarian. Ternyata berdasarkan informasi total semua ada 8 orang. Yakni 3 meninggal, 5 hilang, dan setelah dilakukan pencarian 4 ketemu dalam keadaan luka berat yang 1 masih belum kita temukan," kata Randhy Agatha pada merdeka.com, Jumat sore (16/2).
Selanjutnya, para korban yang selamat langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan. Petugas gabungan hingga kini masih mencari 1 korban yang belum ditemukan atas nama Narji (39) warga Desa Sepawon Plosoklaten.
Dua dari korban yang meninggal yang diperoleh merdeka.com yakni, 1 Ponco Suseno (30) warga Dusun Litrikan, Desa Sumber Agung, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. 2, Andik (36) warga Dusun Karetan Desa Gadungan Kecamatan Puncu. 3, Sugiyanto (33) warga Desa Badek Sepawon, Kecamatan Plosoklaten.
Sementara itu, data yang diperoleh merdeka.com terkait kronologi longsor hingga memakan korban jiwa di penambangan ilegal ini adalah sebagai berikut:
1. Sekitar pukul 02.00 WIB para korban dan saksi berangkat menuju lokasi penambangan manual di aliran sungai Gunung Kelud tepatnya di Gunung Payung / Kalitempur.
2. Pukul 03.30 WIB, para korban dan saksi tiba di lokasi dan langsung mencari lokasi menambang, dan tiba-tiba tebing sungai setinggi kurang lebih 80 meter longsor dan menimpa 3 dam truk dan 4orang penambang manual.
3. Para saksi yang selamat bisa keluar dari dalam kepala dam truk dalam kondisi luka lecet bagian dada sebelah kiri dan perut sebelah kiri, setelah keluar dari truk.
4. Pada pukul 05.30 WIB almarhim Ponco Suseno yang tertimpa badan dam truk sebelah kanan bisa di evakuasi dan oleh teman-teman korban. Kemudian dibawa pulang ke rumah duka, Dusun Listrikan, Desa Sumber Agung, Kecamatan Plosoklaten, dengan menggunakan dam truk milik Bayu, dan tiba di rumah duka sekitar pkl 07.00 WIB.
5. Pukul 09.35 WIB, Ponco Suseno dimakamkan di TPU Dusun Karang Nongko, Desa Sumber Agung, Kecamatan Plosoklaten.
6. Pada pukul 08.00 WIB , Andik telah dievakuasi dan langsung di bawa pulang oleh Mobil Polsek Plosoklaten ke rumah duka Dusun Plosorejo Desa Sumber Agung Kecamaan Plosoklaten.
"Untuk korban luka 4 orang yakni Mur (34) warga Desa Badek Sepawon, Sulis warga Desa Sumberagung Plosoklaten, Samsul (24) warga Desa Sumberagung Plosoklaten dan Iksan warga Desa Sumberagung Plosoklaten. Korban belum ditemukan Narji (39) warga Desa Sepawon Plosoklaten. Sementara untuk kerugian material 3 unit truk," pungkas Randhy.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya