Longsor Ponorogo, total 3 meninggal dunia dan 25 orang masih dicari
Merdeka.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu orang korban tertimbun longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Korban ditemukan di sektor C pada pukul 14.10 WIB, Senin (3/4). Korban langsung diidentifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Jatim.
Korban diketahui atas nama Sunadi (47). Dengan demikian 3 orang korban meninggal dunia telah ditemukan yaitu Katemi (70), Iwan Danang Suwandi (30) dan Sunadi (47).
Korban telah dimakamkan. Ketiga korban beralamat di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
"Sebanyak 25 orang masih hilang tertimbun longsor. Proses evakuasi dihentikan pada Senin siang pukul 14.30 WIB karena hujan deras," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (3/4).
Menurut Sutopo, hujan yang berintensitas tinggi menghambat proses pencarian korban longsor. Selain itu juga terkendala oleh luasnya lokasi landaan longsor, terbatasnya peralatan, komunikasi dan potensi longsor susulan.
Personil yang terlibat dalam penanganan bencana tanah longsor ini melibatkan 1.640 personil. Antara lain TNI 200, Polri 200, Basarnas 45, BPBD 100, Tagana 100, Pemkab dan Tim kesehatan 600, relawan 350 dan Perhutani 45 orang.
Sementara itu penanganan pengungsi juga masih terus dilakukan. Berdasarkan pendataan dari BPBD Kabupaten Ponorogo ada 178 pengungsi yang tersebar di rumah-rumah penduduk.
Seperti diketahui, akibat hujan deras yang terjadi Jumat malam, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diterjang longsor, Sabtu pagi (1/4). Longsor terjadi sekitar pukul 07.40 WIB dan menimpa rumah penduduk. Puluhan rumah dan warga tertimbun tanah longsor.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya