Listrik di Sulselbar Belum Pulih 100 Persen, PLN Lakukan Pemadaman Bergilir
Merdeka.com - PT PLN wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar) masih berupaya memulihkan sistem kelistrikan yang mengalami gangguan diduga karena sambaran petir. General Manager PT PLN wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar), Bambang Yusuf menuturkan, pihaknya bakal menggilir pasokan listrik untuk warga sambil menunggu pulihnya sistem kelistrikan.
"Karena sistem kelistrikan belum pulih sepenuhnya lantaran masih ada pembangkit yang tadinya lepas itu belum bisa sinkron atau belum bisa masuk ke sistem jadi saat ini dilakukan pengaturan. Misalnya daerah yang tadi malam sudah menyala, bergilir gantian padam untuk dinyalakan di daerah lain. Tapi kita berharap hari ini atau paling tidak sebentar malam kerusakan atau gangguan sudah pulih sepenuhnya, 100 persen," kata Bambang Yusuf yang dikonfirmasi melalui saluran telepon, Jumat, (16/11).
Dia menjelaskan, gangguan sistem kelistrikan diperkirakan terjadi di penghantar tegangan tinggi di ruas transmisi antara Makale (Kabupaten Toraja) – Kota Palopo. Tapi pihaknya belum menyimpulan penyebab gangguan tersebut karena belum ditemukan adanya kerusakan fisik. Semisal tiang listrik tumbang atau tertimpa pohon. Hanya saja diketahui, gangguan itu terjadi saat hujan lebat sehingga diperkirakan akibat sambaran petir.
Dari data yang dimiliki, ada 55 gardu induk yang memasok listrik ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Palu di Sulawesi Tengah. Pembangkit-pembangkit itu tersebar di Bakaru, Kabupaten Pinrang, Tello di Kota Makassar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Poso di Provinsi Sulawesi Tengah.
Saat ini 55 gardu induk itu sebenarnya sudah bisa mengaliri listrik tapi belum maksimal melayani pelanggan secara keseluruhan. Sebab, kondisi pembangkit belum pulih sepenuhnya.
"Itulah maka dilakukan pengaturan dengan pemadaman bergilir. Jadi kita mohon doanya karena secara teknis pemulihan dilakukan secara bertahap, butuh waktu karena mesin-mesin pembangkit yang mau masuk itu harus antri menunggu dingin lalu direstart lagi sekian jam, dipanaskan uapnya baru sinkron pelan-pelan," ucap Bambang Yusuf.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya