Listrik di Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading Padam Akibat Gempa Malang

Selain itu sebanyak 22 fasilitas umum (fasum) di antaranya sekolah dan puskesmas juga rusak. Kerusakan paling banyak kategori ringan dan sedang.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Listrik di Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading Padam Akibat Gempa Malang
Kerusakan akibat gempa di Malang. ©2021 Merdeka.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang terus mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa Sabtu (10/4/2021).

Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto mengungkapkan, data sementara 251 bangunan rusak akibat gempa. Rincian kategori kerusakannya meliputi 34 rusak berat, 175 unit rusak sedang dan 42 rumah rusak ringan.

"Laporan kami terima sampai petang tadi sekitar pukul 18.00 WIB," ucap Aprillijanto, Sabtu (10/6).

Selain itu sebanyak 22 fasilitas umum (fasum) di antaranya sekolah dan puskesmas juga rusak. Kerusakan paling banyak kategori ringan dan sedang.

Tim masih terus mendata dampak kerusakan dan korban akibat gempa. Angka dipastikan masih terus berkembang, seiring pendataan petugas di lapangan.

"Tim masih terus melakukan asesmen di lapangan. Sementara wilayah terparah yang mengalami kerusakan di Malang Selatan termasuk Dampit, Gondanglegi, Sumbermanjing Wetan," katanya.

Sementara korban jiwa tercatat, dua orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Kesemuannya warga Dusun Sukodadi, Desa Wirotaman, Ampelgading, Kabupaten Malang. Korban meninggal dunia atas nama Munadi. Ketiganya korban tertimpa reruntuhan bangunan .

"Data yang masuk ada tiga korban. Satu meninggal dunia dan dua luka-luka," tutupnya.

Hingga saat ini aliran listrik wilayah Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading padam.

Rekomendasi