Lima Tahun Buron, Sopir Angkot Penusuk Temannya di Tangerang Ditangkap Polisi

Selasa, 19 Maret 2019 01:04 Reporter : Kirom
Lima Tahun Buron, Sopir Angkot Penusuk Temannya di Tangerang Ditangkap Polisi Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Berakhir sudah pelarian Rifky (22), warga Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, setelah buron sejak tahun 2014. Dia didakwa melakukan penganiayaan, hingga menyebabkan korbannya Feby (24) yang juga berprofesi sebagai sopir angkot Ciledug-Cikokol, tewas.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono menerangkan, penganiayaan berujung maut itu terjadi di seberang SPBU pengayoman, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang. Pemicunya rebutan penumpang antara korban dan pelaku.

"Masalahnya awalnya karena rebutan penumpang jurusan Cikokol-Ciledug. Korban sempat memukul pelaku dan pelaku langsung marah ambil pisau yang ada di pinggangnya. Seketika menusuk dada sebelah kiri korban dan langsung meninggal dunia," jelas Ewo di Mapolsek Tangerang, Senin (18/3).

Saat kejadian, tepatnya 30 April 2014, sekira pukul 19.30 WIB, antara korban dan pelaku sedang menunggu penumpang di Depan TangCity Mal. Karena merasa direbut penumpangnya, pelaku kemudian memukul korban hingga terjadi saling baku hantam.

"Sebelumnya juga sudah dimusyawarahkan, untuk saling damai. Tapi ternyata, tersangka ini tidak puas dan saat itu juga tersangka bertemu dengan korban di kawasan Tangcity Mall. Habis itu dilakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," terang Ewo.

Pelaku atas nama Rifky berhasil dibekuk di Desa Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung setelah melarikan diri berpindah-pindah tempat. Saat ditemui di Mapolsek Tangerang, Rifky yang saat itu berumur 17 tahun mengaku merasa bersalah dan sering dihantui arwah korban.

"Iya saya merasa bersalah pak. Suka dimimpiin dicekek sama dia (Feby)," ucap Rifky.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal UU RI Nomor 23 tahun 2002 dan atau pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP tentang perlindungan anak dan atau pembunuhan dan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggal dunia.

"Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara atau denda Rp 3 miliar," tegas Ewo. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Penusukan
  3. Tangerang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini