Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Liburkan Siswa Karena Khawatir Corona, Sekolah Harus Konsultasi ke Dinas Pendidikan

Liburkan Siswa Karena Khawatir Corona, Sekolah Harus Konsultasi ke Dinas Pendidikan Pelajar jalani screening suhu tubuh. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Sekolah Dasar IT Tahfidz Cahaya Quran Depok, Jawa Barat, meliburkan kegiatan belajar mengajar sejak Selasa (3/3). Tak hanya itu, salah satu sekolah yang berada di kawasan Jakarta Selatan, ACG School juga diliburkan sejak Selasa (3/3) hingga Senin (16/3). Pihak sekolah memutuskan meliburkan sekolah karena khawatir dengan penyebaran virus Corona.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana meminta sekolah untuk berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan sebelum memutuskan meliburkan sekolah karena kekhawatiran penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Setiap sekolah yang mau meliburkan sekolahnya, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan setempat agar tidak menimbulkan kepanikan," ujar Ade di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (4/3).

Selain itu juga perlu mempertimbangkan dari aspek kesehatan dan dampaknya terhadap orang tua, peserta didik, guru, dan lingkungan di sekitar sekolah.

Ade menambahkan saat ini, Kemendikbud sedang merancang surat edaran pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Surat edarannya sedang dirancang. Baru draf," terang dia.

Demi Keamanan

Sebelumnya, sekolah internasional di Jakarta Selatan meliburkan kegiatan belajarnya dikarenakan seorang tenaga pengajarnya diduga terinfeksi virus Covid-19. Kekhawatiran akan penyebaran virus tersebut meningkat menyusul terdapat dua warga Depok, Jawa Barat, yang positif terinfeksi virus Covid-19 tersebut.

Pantauan merdeka.com di lokasi, gerbang sekolah tersebut terlihat tertutup rapat. Ditambah lagi tidak adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah bertaraf Internasional tersebut, yang terlihat hanya petugas jaga atau keamanan serta petugas kebersihan.

Mereka yang bertugas tersebut terlihat menggunakan penutup hidung dan mulut alias masker. Salah seorang sekuriti mengaku sekolah tersebut sudah diliburkan sejak Selasa.

"Libur dari kemarin sampai tanggal 16 Maret, yang ada cuma sekuriti sama cleaning service aja ini. Kalau sekuriti ada 14 orang, jaganya gantian," katanya.

Sementara itu, Shawn Hutchinson yang merupakan Kepala Sekolah ACG School Jakarta menjelaskan, pihaknya meliburkan kegiatan sekolah karena ada salah satu guru mereka sakit dengan gejala mirip flu dan sedang dicek laboratorium.

"Kami telah menulis surat kepada semua murid, orang tua, staf dan pemasok untuk memberi tahu mereka bahwa sebagai tindakan pencegahan, kami menutup ACG School, Jakarta, mulai 3 Maret 2020 sampai 16 Maret 2020," kata Shawn dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (4/3).

"Pada 2 Maret sore, kami diberi tahu bahwa salah satu staf kami dirawat di rumah sakit dengan gejala mirip flu dan sedang dites virus Covid-19. Kami berharap akan menerima hasilnya minggu ini," sambungnya.

Dengan adanya hal itu, pihaknya pun melakukan karantina kepada seluruh murid serta beberapa staf sekolah tersebut. "Sebagai tindakan pencegahan, kami telah menetapkan periode karantina selama 14 hari untuk seluruh murid dan staf, kecuali beberapa staf yang bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan dan pelayanan utama lainnya" jelasnya.

Meski begitu, murid-murid tersebut tetap melakukan aktivitas belajarnya dari rumah masing-masing melalui platform belajar online milik ACH School Jakarta.

"Para murid akan tetap belajar dan mengerjakan tugas dari rumah melalui platform belajar online kami. Prioritas kami adalah keamanan dan kesehatan sekolah kami dan masyarakat luas," ungkapnya.

Alasan Agar Tenang

Sekolah Dasar IT Tahfidz Cahaya Quran Depok, Jawa Barat, meliburkan kegiatan belajar mengajar sejak Selasa (3/3). Pihak sekolahan meliburkan murid-muridnya lantaran untuk antisipasi penyebaran virus Covid-19 (Corona).

Wakil Kepala SDIT Tahfidz Cahaya Quran, Yuriza Aprilia mengatakan, siswa diliburkan setelah ada pengumuman soal dua warga yang terkena corona.

"Langkah memberikan libur ini upaya untuk memberikan ketenangan aja sih pada orang tua, karena sebelumnya viral (pengumuman pasien corona) di hari Senin, apalagi yang memberikan info Presiden," katanya, Rabu (4/3).

Sejak adanya dua warga yang terpapar tersebut, para wali murid merasa resah. Sehingga pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara.

"Jadi yang tentunya berdampak pada orang tua, mereka khawatir, ya itu karena dipicu informasi pasiennya warga Depok. Jadi ya sudah kita liburkan dulu, kita berikan ruang dulu menenangkan keluarganya dan lain-lain," ungkapnya.

Dikatakan Yuriza, rencananya sekolah kembali aktif pada Kamis (5/3). Karena saat ini sejumlah guru dan staf sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Nantinya, setelah para murid masuk, pihak sekolah akan segera melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan bahaya corona.

"Strateginya nanti memberikan edukasi tentang corona, kami khawatir anak-anak tidak sebaik orang tua dalam mencerna persoalan. Jadi Kamis besok kami akan adakan edukasi melalui video dan praktik cuci tangan yang baik dan benar," tambahnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP