Libur Natal & Tahun Baru, Daop VI Yogyakarta siapkan 6 kereta tambahan
Merdeka.com - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2018, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta akan menjalankan 6 kereta tambahan. Keenam kereta tersebut akan diberangkatkan dari Yogyakarta dan Solo dengan relasi Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 akan dimulai 21 Desember hingga 7 Januari mendatang. Ia memprediksi jumlah penumpang selama masa liburan tersebut mengalami kenaikan 4 hingga 6 persen jika dibanding hari biasa.
"Untuk kereta ekstra tambahan ada 6 rangkaian dan kereta reguler ada 13 rangkaian. Ada Taksaka pagi dan malam, Sancaka, Lodaya, Argo Lawu dan Argo Dwipangga. Jumlah tempat duduk total lebih dari 3 ribu per hari. Dengan kereta tambahan ini, total per hari ada sekitar 13 ribu tempat duduk kita sediakan, bahkan bisa lebih," ujar Eko, saat ditemui di Stasiun Purwosari, Solo, Rabu (15/11).
Untuk KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga ekstra akan melayani rute
Gambir-Solo Balapan. Sedangkan KA Lodaya melayani rute Bandung-Solo Balapan, sementara untuk Sancaka dengan relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng.
Eko memperkirakan, puncak keberangkatan penumpang dari dan ke Daerah Operasi VI Yogyakarta untuk libur Natal dan Tahun Baru 2018 akan terjadi pada 24 Desember, serta pada 1-2 Januari 2018.
"Untuk tiket dijual mulai 1 November kemarin. Untuk KA reguler kita jual 90 hari sebelum keberangkatan. Masih banyak tiketnya, tapi segera saja, jangan belinya dadakan. Jauh-jauh hari sudah direncanakan perjalanannya," jelasnya.
Guna mengantisipasi tingginya curah hujan, pihaknya akan menambah petugas palang pintu, pemeriksa jalan rel, petugas ronda jembatan, daerah rawan dan lainnya. Total ada 91 petugas ekstra tambahan dipersiapkan.
"Untuk titik rawan di Daop VI Yogyakarta, Eko relatif kecil. Namun banyak perlintasan yang berbahaya. Makanya ditambah petugas palang pintu. Yang tadinya tidak dijaga kita jaga," imbuhnya.
Pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Daerah setempat ikut membantu mengamankan warganya agar jangan sampai membiarkan perlintasan tanpa penjagaan.
"Kita minta aparat pemda untuk menjaga warganya. Kita juga tempatkan petugas di daerah rawan. Di Kalioso Sragen itu kan tanahnya labil, kalau hujan gampang longsor, tapi pas kemarau merekah. Sudah kita antisipasi dengan talud dan bronjong."
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya