Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ledakan Panel Listrik Bikin Panik Penghuni RS Saiful Anwar Malang

Ledakan Panel Listrik Bikin Panik Penghuni RS Saiful Anwar Malang Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepulan asap pekat menyelimuti sisi belakang gedung Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Peristiwa itu membuat panik penghuni rumah sakit.

Asap muncul dari lokasi tempat dioperasikannya genset yang juga gedung paviliun pukul 13.15 WIB.

Saksi mata, Sujoko Kembang (50), mendengar empat kali ledakan dari tempat genset kemudian kepulan asap hitam. Joko sempat mencari sumber ledakan tetapi kemudian yakin kalau berasal dari genset.

"Saya dengar tiga kali ledakan, kemudian asap mengepul. Di sini kan memang tempat kendaraan material keluar-masuk," kata Joko di lokasi kejadian, Rabu (27/2).

Sehari-hari, pintu belakang rumah sakit yang berada di Jalan Patimura memang digunakan untuk jalan mobil material keluar masuk. Di situ juga tersimpan genset yang akan dihidupkan saat listrik mati.

rumah sakit saiful anwar malang

Akibat kejadian tersebut para penghuni rumah sakit panik dan berlarian berusaha mencari sumber ledakan. Sejumlah petugas berusaha memadamkan kepulan asap dengan Apar, sebelum kemudian enam unit mobil PMK tiba di lokasi kejadian.

Sementara itu para petugas rumah sakit juga berusaha mengevakuasi pasien yang berada di sekitar lokasi kejadian. Pasien dikumpulkan di halaman depan UGD Rumah Sakit. Sekitar 30 menit mobil PMK Kota Malang berhasil melakukan pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Direktur RSSA, Restu Kurnia Tjahyani, mengatakan kebakaran bersumber dari ruangan panel listrik genset. Panel tersebut menyuplai melalui gardu listrik, sehingga memang mempengaruhi ruang UGD dan ICU.

"Kalau pasien, karena asap kita keluarkan, begitu sudah selesai kita masukkan segera," katanya.

rumah sakit saiful anwar malang

Restu memastikan pelayanan akan tetap berjalan seperti semula. Kebutuhan listrik untuk ventilator, alat cuci darah dan monitor sedikit terganggu.

"Kurang lebih 100 pasien (yang dievakuasi). Pasien tidak ada terganggu.

Penyebab pastinya masih dilakukan investigasi oleh petugas PLN. Sementara semua peralatan dibackup dengan baterai yang mampu bertahan 4-5 jam

"Kita juga sewa genset, masih perjalanan," tegasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP