Ledakan di Kafe Liquid, polisi identifikasi nomor mesin motor
Merdeka.com - Kapolda DIY Brigjen Prasta Wahyu Hidayat mengungkapkan pihaknya akan memebentuk tim khusus terkait ledakan bom molotov di Liquid cafe, Yogyakarta. Ia menduga peristiwa tersebut termasuk aksi teror.
"Kami memang membentuk tim khusus, setiap ada peristiwa yang meresahkan dan bersifat teror kami buat tim khusus tersebut. Meski baru diduga sebuah bentuk teror yang jelas peristiwa kemarin telah meresahkan masyarakat," ujar Prasta, Jumat (28/10).
Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Frans Tjahyono menambahkan saat ini pihaknya mulai melakukan penyelidikan dengan menggunakan nomor mesin di kendaraan sepeda motor Yamaha Mio J yang ada diletakkan di lokasi kejadian. Rencananya tim inavis dari Mabes Polri dan Laboratorium Forensik (Labfor) cabang Semarang akan membantu melakukan penyelidikan.
"Hari ini (Jumat 27/10) tim dari Mabes akan membantu melakukan penyelidikan dengan nomor mesin kendaraan. Semua aspek kemungkinan akan ditelusuri, namun juga belum bisa langsung mengarah ke pelaku karena masih akan didalami," katanya.
Peristiwa peledakan bom molotov di Liquid Cafe terjadi pada hari Rabu (26/10) malam. Dari hasil penyelidikan awal kepolisian ada lima botol bensin yang sudah ditata di dalam sebuah jok motor yang terparkir di depan Liquid Kafe.
Dari lima botol yang disiapkan tersebut dua botol meledak dan menyebabkan kebakaran pada motor. Pelaku diduga sudah merancang sebelumnya, pasalnya di dekat lokasi kejadian saat itu ditemukan pelat besi dan rangkaian kabel.
Meskipun gambar pelaku sempat tertangkap dan terekam kamera CCTV namun hingga saat ini identitas pelaku belum bisa diketahui. Sebab ketika rekaman CCTV diperiksa oleh polisi hanya tampak pelaku menggunakan helm tertutup dan mengenakan jas hujan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya