Lagi, Tanah Amblas di Maros Membentuk 4 Lubang Besar Bikin Geger
Merdeka.com - Peristiwa tanah amblas kembali terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jika sebelumnya, terjadi di Desa Lebbo Tengae, Kecamatan Cenrana, 23 Desember 2019 lalu, kali ini terjadi di Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Minggu, 2 Februari kemarin, pukul 07.00 wita.
Tanah amblas yang terjadi ini, kata Kepala Desa Pattiro Deceng, Kadir, berada di lahan kebun kakao milik Intan (55). Diameternya, dua hingga lima meter dengan kedalaman dua hingga empat meter. Lahan itu, selain dijadikan kebun, juga jadi lahan pemakaman oleh rumpun keluarga Intan.
"Awalnya kemarin hanya tiga lubang dan enam makam ikutan amblas. Tapi hari ini bertambah satu lubang jadinya empat lubang, akibatkan kuburan atau makam yang turut amblas itu jadi 11 kuburan dari 12 kuburan di lokasi itu," kata Kadir.
Dijelaskan, sehari sebelumnya atau Sabtu (1/2), hujan deras mengguyur. Akibatnya, Sungai Camba yang masuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae penuh dan airnya meluap hingga ke lokasi tanah amblas itu. Jaraknya kira-kira 100 meter hingga 200 meter.
Hingga pagi hari, Tira, warga setempat, mendengar suara gemuruh, diikuti beberapa pohon dan membentuk lubang besar. Melihat kejadian itu, Tira kemudian menyampaikan kejadian itu ke warga lagi dan akhirnya warga pun berdatangan untuk melihat dari dekat.
"Belum pernah ada kejadian serupa di desa ini. Untungnya rumah penduduk yang terdekat dengan lokasi masih ada sekitar 20 meter. Semoga saja tidak ada lagi kejadian serupa. Ini kami lagi menunggu kedatangan tim ahli," kata Kadir.
Sementara itu, Kapolsek Camba, AKP Haedar Muis mengatakan, tanah amblas ini adalah kejadian kedua. Kejadian pertama pada 23 Desember 2019 lalu di Desa Lebbo Tengae, Kecamatan Cenrana.
"Kejadian pertama, tanah amblas membentuk lubang hanya satu tapi diameter dan kedalamannya lebih dari empat lubang di kejadian kedua. Di kejadian pertama itu, diameter lubang dan kedalaman mencapai 10 meter lebih," kata Haedar Muis.
Yang dilakukan kepolisian atas kejadian itu, kata Haedar Muis, adalah mengamankan lokasi. Empat lubang akibat tanah amblas itu diberi police line agar tak ada warga yang mendekati. Di samping, menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah setempat.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya