Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lagi Kawal Istri Kolonel di Hotel, Kelasi Dua TNI AL Dipukuli Perwira Intel hingga Babak Belur

Lagi Kawal Istri Kolonel di Hotel, Kelasi Dua TNI AL Dipukuli Perwira Intel hingga Babak Belur

Lagi Kawal Istri Kolonel di Hotel, Kelasi Dua TNI AL Dipukuli Perwira Intel hingga Babak Belur

Komandan POM AL Kendari Mayor Laut (M) Sufyadin mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban.

Detasemen Polisi Militer (Denpom) AL memeriksa seorang perwira yang menjabat sebagai Pasi Intel di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kendari Mayor Laut Wahyu, yang diduga menganiaya juniornya bernama KLD (Kelasi Dua) Rafirudin alias Rafi di salah satu hotel di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).


Komandan POM AL Kendari Mayor Laut (M) Sufyadin mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban. Saat ini, POM AL Kendari telah melakukan pemeriksaan terhadap Mayor Laut Wahyu atas kasus penganiayaan tersebut.

"Sudah (pemeriksaan Mayor laut Wahyu). Nanti kami infokan perkembangannya setelah dilaporkan Komandan Lanal selaku Ankum," ucap Sufyadin.


Meski begitu, POM AL tidak melakukan penahanan terhadap Mayor Wahyu dengan alasan tidak adanya kekhawatiran pelaku melarikan diri atau merusak bukti.

"Atau, hal-hal lain yang mengganggu pemeriksaan," ungkap Sufyadin.

Sementara itu, korban penganiayaan Mayor Laut Wahyu, KLD Rafirudin mengatakan bahwa penganiayaan itu bermula saat dirinya sedang bersama dengan rekan-rekannya duduk di samping kolam di hotel tersebut.

Namun, tiba-tiba datang Mayor Wahyu dan menanyakan beberapa hal kepadanya terkait kedatangannya di Kota Kendari, sedangkan dia tugas di Pos TNI AL Baubau pada Minggu (19/5) sekitar pukul 20.00 WITA.

"Pasi Intel bertanya, Rafi kenapa ada di Kendari, kemudian saya jawab bahwa kami diperintahkan untuk mendampingi istri Kolonel Mulku, lalu Pasi Intel berkata kenapa kamu, kan masih banyak anggota yang lain," kata Rafi. Seperti dilansir dari Antara.


Setelah itu, lanjut Rafi, dirinya kemudian disuruh untuk jongkok di samping Pasi Intel dan langsung dipukul beberapa kali pada bagian jidatnya. Tak berhenti di situ, penganiayaan kembali terjadi saat Pasi Intel Lanal Kendari itu mengetahui bahwa korban itu tidur di hotel tersebut.

"Saya kemudian dipanggil jongkok lagi di sampingnya, kemudian saya dipukul lagi berkali-kali di bagian bibir sampai pecah-pecah bibir saya," ujarnya.


Atas peristiwa itu, korban kemudian langsung melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh Pasi Intel Lanal Kendari Mayor Laut Wahyu di Detasemen POM AL Kendari.

"Setelah ada laporan, kami langsung pergi visum," jelasnya.

Sementara itu, korban penganiayaan Mayor Laut Wahyu, KLD Rafirudin mengatakan bahwa penganiayaan itu bermula saat dirinya sedang bersama dengan rekan-rekannya duduk di samping kolam di hotel tersebut.

Namun, tiba-tiba datang Mayor Wahyu dan menanyakan beberapa hal kepadanya terkait kedatangannya di Kota Kendari, sedangkan dia tugas di Pos TNI AL Baubau pada Minggu (19/5) sekitar pukul 20.00 WITA.

Diketahui, sebelum datang ke Kota Kendari, korban yang bertugas di Pos AL Baubau itu telah diperintahkan oleh Palaksa Lanal Kendari Mayor Laut (H) Paslan untuk mendampingi keluarga Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mullku.


Setelah mendapatkan perintah itu, Rafi langsung meminta izin dan petunjuk kepada Komandan Pos AL Baubau.

Dia juga langsung diizinkan dan diminta untuk segera berangkat ke Kota Kendari melaksanakan perintah tersebut.

Hotel-hotel Mewah di Kota ini Cuma Setahun Sekali Diisi, Pemiliknya Tajir Melintir Tinggal di Lereng Gunung Fokus Ibadah
Hotel-hotel Mewah di Kota ini Cuma Setahun Sekali Diisi, Pemiliknya Tajir Melintir Tinggal di Lereng Gunung Fokus Ibadah

Meski terisi satu tahun sekali, namun deretan hotelnya nampak mewah.

Baca Selengkapnya
Kronologi KPK OTT Gubernur Maluku Utara Abdul Gani saat Menginap di Hotel Kawasan Jakarta Selatan
Kronologi KPK OTT Gubernur Maluku Utara Abdul Gani saat Menginap di Hotel Kawasan Jakarta Selatan

Abdul Gani diketahui sedang menginap di hotel tersebut.

Baca Selengkapnya
Kisah Menegangkan Intel Polwan Beraksi, Menyamar Jadi Emak-Emak hingga PSK
Kisah Menegangkan Intel Polwan Beraksi, Menyamar Jadi Emak-Emak hingga PSK

Aksi penyamaran juga tidak luput harus dilakukan oleh seorang Polwan untuk mengungkapkan suatu kasus

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Langkah Menteri AHY Atasi Kisruh Hotel Sultan
Langkah Menteri AHY Atasi Kisruh Hotel Sultan

Apa yang diinginkan Ketua Umum Partai Demokrat ini karena ingin menertibkan aset-aset negara.

Baca Selengkapnya
Bukan Kaleng-kaleng, Emak-Emak Pro AMIN Ngaku Naik Pesawat & Tidur di Hotel Mewah saat di Jakarta
Bukan Kaleng-kaleng, Emak-Emak Pro AMIN Ngaku Naik Pesawat & Tidur di Hotel Mewah saat di Jakarta

Berikut pengakuan emak-emak pro AMIN yang mengatakan naik pesawat dan tidur di hotel mewah saat di Jakarta.

Baca Selengkapnya
Kronologi 3 Pekerja Tewas saat Hotel All Nite & Day Kebakaran
Kronologi 3 Pekerja Tewas saat Hotel All Nite & Day Kebakaran

Mereka keracunan asap pekat akibat kebakaran di lorong lift lantai 5 bangunan hotel.

Baca Selengkapnya
Sebelum Diperkosa Anggota TNI, Siswi SMK Sudah Beri Kode Minta Tolong
Sebelum Diperkosa Anggota TNI, Siswi SMK Sudah Beri Kode Minta Tolong

ada saat ia digiring menuju hotel oleh pelaku, saat itu sudah timbul perasaan was-was atau curiga.

Baca Selengkapnya
Malapetaka Siswi SMK Jadi Korban Pemerkosaan Usai Berkenalan dengan Anggota TNI
Malapetaka Siswi SMK Jadi Korban Pemerkosaan Usai Berkenalan dengan Anggota TNI

Awalnya korban diajak pelaku ke hotel dengan alasan untuk berganti pakaian.

Baca Selengkapnya
Hasil Pleno KPU: Prabowo-Gibran Raih Suara Terbanyak di Sulsel, Efek JK Tak Angkat Anies-Cak Imin
Hasil Pleno KPU: Prabowo-Gibran Raih Suara Terbanyak di Sulsel, Efek JK Tak Angkat Anies-Cak Imin

KPU Sulawesi Selatan melakukan proses rekapitulasi hasil Pemilu 2024 di Hotel Claro Makassar, Senin (11/3).

Baca Selengkapnya