KY Tak Boleh Nilai Putusan Hakim MA Soal Baiq Nuril dan Syafruddin Arsyad

Rabu, 10 Juli 2019 20:20 Reporter : Nur Habibie
KY Tak Boleh Nilai Putusan Hakim MA Soal Baiq Nuril dan Syafruddin Arsyad Komisi Yudisial. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Komisi Yudisial (KY) menghormati independensi hakim yang memutus perkara untuk kasus Baiq Nuril dan Syafruddin Arsyad Temenggung. Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus yakin hakim MA memutus perkara itu berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada.

"Oleh sebab itu KY juga meminta semua pihak agar menghormati putusan hakim, baik kasus Baiq Nuril ataupun Syafruddin," ujar Jaja melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Rabu.

Jaja menjelaskan, sesuai dengan ketentuan undang-undang, KY tidak diperbolehkan menilai salah benarnya putusan hakim, baik di tingkat pertama, banding, kasasi, hingga PK. "Putusan yang dibuat hakim merupakan independensi dari majelis hakim," ujar Jaja lagi.

Dia mengingatkan, KY diberikan amanat menerima laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) dari masyarakat. Karena itu KY mempersilakan apabila publik ingin mengajukan laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik hakim.

"Bukan terkait pertimbangan hakim di dalam putusannya," ujar Jaja.

Apabila ditemukan indikasi pelanggaran kode etik hakim, KY akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memberikan sanksi kepada hakim.

Mahkamah Agung (MA) pada Jumat (5/7) melalui putusannya menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril untuk perkara pelanggaran UU ITE terkait penyebaran rekaman berisi pembicaraan asusila secara elektronik. Kemudian pada Selasa (9/7) MA juga memutus bebas terdakwa kasus korupsi penerbitan Surat keterangan lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini