Kurang Polwan di Korps Bhayangkara, Kapolri disentil Basaria Panjaitan
Merdeka.com - Minimnya jumlah personel Polisi Wanita (Polwan) dalam tubuh Korps Bhayangkara ternyata mengundang perhatian Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan. Polisi bintang dua itu menyentil Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar menambah anggota Polwan di tempat yang strategis.
Kapolri Jenderal Tito menceritakan saat mendapat rekomendasi dari Basaria untuk menempatkan Brigjen Sri Handayani sebagai Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Polri.
"Saya beberapa kali ditegur Bu Basaria, dia tanya, 'Mana polwannya, Pak Tito'. Akhirnya dia usulkan Brigjen Pol Sri Handayani, kita tes jadi Kasetukpa Polri dan mampu, ternyata bagus di sana. Makasih Bu Basaria atas rekomendasinya," ujar Tito saat memberi sambutan dalam acara HUT Polwan ke-69 di aula PTIK, Jakarta Selatan, Senin (11/9).
Mantan Kepala BNPT itu mengakui ketidakseimbangan jumlah anggota polisi antara laki-laki dan perempuan. Dia berkaca pada kondisi personel polisi di beberapa negara maju. Rata-rata jumlah Polwan di atas 20 persen dari keseluruhan personel polisi.
"Saya lihat di negara lain, Australia, misalnya, (jumlah polwan) sudah di atas 20 persen. Singapura, mereka 25 persen populasinya Polwan. Di negara maju, London, kepala antiterornya Polwan. Deputi komisionernya juga di Australia adalah Polwan," ungkapnya.
Mantan Kapolda Metro Jaya ini melihat perlunya perencanaan untuk menambah pasukan Polwan. Sehingga tidak ada lagi ketimpangan personel di Korps Bhayangkara.
"Keinginan kita, bagaimana dongkrak kuantitas, populasi dari lima persen secara bertahap bisa naik minimal 20 persen. Perlu ada grand design," katanya.
Tito mengatakan, Polwan memiliki sejumlah kelebihan dibanding dengan polisi laki-laki. Salah satunya bisa bertindak lebih humanis, mampu menjalin kedekatan yang baik dengan bawahan, masyarakat dan mampu menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak.
"Polwan juga punya kelebihan, lebih kuat menghadapi godaan korupsi," sebutnya.
Oleh karena itulah, Tito berharap ke depannya Polri mampu menjaring para calon Polwan lebih banyak lagi. Hal itu agar jumlah Polwan di institusi Polri bisa meningkat dan tidak ada lagi ketimpangan. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya