Kurang dari sepekan, dua warga hilang di perairan Nunukan
Merdeka.com - Dua warga dilaporkan hilang kurang dari sepekan di perairan Nunukan, Kalimantan Utara. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara, hingga kini masih mencari dua warga tersebut.
Peristiwa pertama terjadi Kamis (2/11) lalu. Seorang warga bernama Rafik (35), bersama tiga rekannya warga Sebatik, bermaksud mencari kayu nibung, di perairan sungai Sebaung, Nunukan.
Belakangan, terdengar teriakan Rafik meminta tolong kepada temannya. Dugaan saat itu, Rafik disambar buaya karena sebelumnya ia tengah mandi di pinggir sungai.
"Bahkan, Rafik sempat tiga kali timbul tenggelam di sungai hingga akhirnya hilang di sungai," kata Kasi Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara Octavianto, kepada merdeka.com, Minggu (5/11) malam.
Sampai dengan pencarian hari keempat sore, pencarian Rafik masih nihil hasil. "Tim di lapangan mewaspadai ancaman binatang dan kondisi air sungai sewaktu-waktu bisa berubah ya," ujar Octavianto.
Belum lagi Rafik ditemukan, seorang anak remaja, Anto warga Nunukan Timur, juga dilaporkan hilang di perairan Nunukan Timur, Minggu (5/11) dini hari.
Awalnya, Sabtu (4/11) malam sebelumnya, Anto bersama 4 temannya, sedang pergi memancing menggunakan perahu. Menjelang pagi, kelimanya diduga mengantuk hingga perahu ditumpangi roboh.
"Dari keterangan saksi, perahu yang mereka gunakan, agak miring. Kemudian, terdengar seperti suara tercebur ke perairan. Setelah dicek, Anto tidak terlihat," kata Octavianto.
Seluruh unsur SAR gabungan di Nunukan, bergerak mencari kedua korban Rafik dan Anto. Mereka terbagi ke dalam beberapa tim SAR, dengan harapan keduanya bisa lekas ditemukan.
"Pagi tadi, dilakukan pencarian hingga radius 5 nautical mile. Tapi, korban belum ditemukan. Rencananya, akan dilanjutkan besok pagi," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya