Kunjungi korban banjir, Bupati Anas berikan bantuan

Sabtu, 10 Juni 2017 07:28 Reporter : Hery H Winarno
Bupati Anas serahkan bantuan untuk korban banjir. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi korban banjir Rogojampi, Jumat (9/6) kemarin. Anas langsung menuju lokasi yang terparah kena imbas banjir, yakni di Kampung Maduran Desa Rogojampi, Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi memberikan respon cepat penanganan musibah banjir yang terjadi di empat kecamatan Banyuwangi pada Kamis kemarin, 8 Juni.

"Kemarin saya pantau dari laporan dan Facebook perkembangan banjir di sejumlah titik. Saya langsung minta Dinas Pengairan, aparat kecamatan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dan Dinas Sosial mengambil langkah. Alhamdulillah, bahkan petugas pengairan sudah standby sejak Subuh," kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas menyerahkan bantuan kepada korban banjir. "Rumah yang terdampak parah akan dibantu terutama warga miskin. Desa dan kecamatan akan mengurusnya," jelas Anas.

Hujan deras yang mengguyur Banyuwangi Kamis kemarin mengakibatkan terjadinya banjir di empat kecamatan di Banyuwangi. Salah satu wilayah yang mengalami banjir cukup parah adalah empat desa di Kecamatan Rogojampi yakni Rogojampi, Gitik, Pengantigan, dan Mangir.

"Kamis dini hari petugas pintu air telah mulai membuka pintu flushing, menutup pintu saluran Blimbingsari agar bandara tidak tergenang, dan membuka pintu-pintu saluran air (affour) untuk dialirkan ke Selatan. Tim BPBD dengan bantuan taruna siaga bencana (tagana) juga bahu membahu membantu warga, bahkan sore sudah langsung dibuka dapur umum. Tidak ada warga yang dievakuasi, karena banjir berlangsung tidak sampai tiga jam. Surutnya cepat," ujar Anas.

Anas melanjutkan, banjir yang terjadi tersebut merupakan siklus tahunan. Tahun lalu banjir seperti ini juga terjadi. Banjir ini terjadi karena luapan sungai Binau, sungai Gembleng, dan Sungai Lungun akibat curah hujan tinggi yang mencapai 200 mm/hari.

"Sebab lainnya juga karena perubahan tata guna lahan di hulu DAS, yang dulu banyak ditanami pohon penahan, kini beralih menjadi lahan tebu, kedelai. Sehingga langsung turun ke bawah dan menimbulkan banjir kemarin itu. Di sempadan juga terjadi penyempitan, ini menyebabkan drainase terhambat," jelas Anas.

Mengantisipasi banjir ke depan, lanjut Anas, dalam waktu dekat akan ada perbaikan dam dan pengerukan. Dam joyo, yang alirannya menuju Desa Rogojampi, salurannya akan diperbesar yang mengarah ke arah selatan.

"Banjir ini juga akibat sumbatan dari sampah masyarakat, untuk itu mari hilangkan budaya buang sampah di sungai. Segera akan kami buat aturan, agar bangunan di sempadan sungai harus mundur minimal lima meter. Ini untuk kepentingan jangka panjang," tegas Anas.

Kepala BPBD Fajar Swasana menambahkan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Mulai dari penyedotan air, pembersihan saluran air yang tersumbat di Kampung Maduran, hingga memberikan bantuan kebutuhan dasar. "Kami juga menguras sumur warga terdampak yang ada di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Rogojampi. Di sana ada 16 KK yang terdampak," jelas Fajar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, dr. Widji Lestariono menambahkan puskesmas Gitik Rogojampi akan melakukan surveillans (pengamatan penyakit) di dusun yang terdampak banjir. "Puskesmas juga dibuka 24 jam antisipasi warga yang mengalami gangguan kesehatan," kata dr. Rio, panggilan akrabnya. [hhw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.