Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kumpulkan Fakta Terkait Al-Zaytun, Ridwan Kamil Beri Waktu Tim Investigasi 7 Hari

Kumpulkan Fakta Terkait Al-Zaytun, Ridwan Kamil Beri Waktu Tim Investigasi 7 Hari Ridwan Kamil. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi membentuk tim khusus untuk menyikapi polemik lembaga pendidikan Al-Zaytun. Mereka akan bekerja selama tujuh hari untuk melakukan investigasi, mengumpulkan fakta sekaligus melakukan dialog dengan pengurus Al-Zaytun.

Menurut dia, hal ini merupakan tindak lanjut dari akumulasi keresahan masyarakat dan juga hasil rapat puluhan ulama bersama ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia Jabar, dan Pemprov Jabar di Gedung Sate pada Senin (19/6).

Tim investigasi tersebut terdiri dari unsur Pemprov Jabar, Kementerian Agama, MUI Jabar, Ormas Islam, polisi hingga kejaksaan.

"Kesimpulannya adalah kami membentuk tim investigasi yang akan bekerja selama 7 hari. Karena prinsip kita harus hati-hati berkeadilan dan tabayyun. Jadi diberi ruang itu dulu. Nanti akan bekerja selama 7 hari, nanti kita lihat hasilnya," kata dia.

"Kalau nanti hasilnya ternyata ada pelanggaran-pelanggaran secara fiqih, syariat, dan lain sebagainya juga berhubungan dengan potensi pelanggaran administrasi, norma hukum yang ada di Indonesia, dan tindakan tindakan lain bisa disimpulkan, karena timnya baru akan bekerja selama 7 hari," lanjutnya.

Minta Al-Zaytun Terbuka

Ia berharap tim ini bisa mengatasi persoalan yang melingkupi lembaga Pendidikan Al-Zaytun. Upaya dialog juga secara tidak langsung memberikan kesempatan mereka untuk menjelaskan secara utuh mengenai informasi yang berada di tengah masyarakat.

"Kami meminta Al Zaytun untuk kooperatif karena sudah beberapa kali dalam catatan sejarahnya sering menolak mereka-mereka yang mencoba untuk bertabayyun atau berdialog untuk mengetahui apa," kata dia.

"Karena yang terpenting dari kacamata Pemerintah Provinsi Jawa Barat kami harus menyelamatkan 5.000-an siswa jika memang terindikasi berada dalam ideologi yang melanggar tatanan hukum. Tentunya akan ada sebuah upaya upaya yang terukur. Tapi apa pun itu kami juga tidak bisa melakukan sebuah keputusan tanpa fakta yang lengkap. Jadi faktanya sedang dilengkapi oleh 7 hari tim investigasi," jelas dia.

Disinggung mengenai adanya tim khusus yang sudah dibentuk MUI Pusat, Ridwan Kamil pun mengusahakan agar tim di Jawa Barat dan pusat bisa bersinergi menjadi satu tim utuh.

"Tim saya hari ini sedang berkoordinasi, sudah gabung saja, bahwa di dalamnya ada tim Pemprov Jabar, MUI pusat, kan tim Pemprov Jabar itu stakeholder, gak cuma urusan fiqihnya, ada polisinya, ada kejaksaan, ada Kemenag, ada aparat dan sebagainya," ucap Ridwan Kamil.

Tak Ingin Negara Kalah

Pria yang akrab disapa Emil ini pun enggan disebut berlama-lama membuat tim atau merespons polemik yang terjadi. Sebelum membentuk tim, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya membuka dialog, namun belum berhasil.

"Kan ada upaya upaya dulu, tidak bisa asal viral di media sosial langsung main keputusan. Lebih baik ada waktu yang memadai daripada buru-buru, terus salah, digugat lagi ke PTUN, negara kalah karena buru-buru ambil keputusan. Kami tidak mau melakukan keputusan secara emosional, tanpa ada tabayyun atau verifikasi dulu," jelas dia.

"Jadi itu ya kesimpulannya. Kami merespons dengan cara yang terukur, memadai, adil, beri waktu dulu unjuk bekerja selama 7 hari," pungkasnya.

Diketahui, polemik Al-Zaytun sudah berlangsung lama. Terbaru, Forum Indramayu Menggugat (FIM) melakukan unjuk rasa meminta pemerintah mengusut dugaan ajaran sesat. Selain itu, FIM meminta pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya mengusut tuntas dugaan tindak pidana pemerkosaan yang terjadi di dalam lingkungan Lembaga Al-Zaytun, mengusut UUPA tentang kepemilikan tanah dan tindak pidana penguasaan tanah.

Massa Forum Indramayu Menggugat juga meminta diberhentikannya pembuatan dermaga khusus Al-Zaytun. Untuk poin terakhir, massa aksi menilai Al-Zaytun dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP