Kubu Brigadir J Sentil Putri Dibela Eks Pegawai KPK: Mudah-mudahan Bisa Berkata Jujur

Rabu, 28 September 2022 19:49 Reporter : Nur Habibie
Kubu Brigadir J Sentil Putri Dibela Eks Pegawai KPK: Mudah-mudahan Bisa Berkata Jujur konpers pengacara ferdy sambo. ©2022 Merdeka.com/Lydia Fransisca

Merdeka.com - Dua mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dan Rasamala Aritong, menjadi tim kuasa hukum mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi. Keduanya menjadi pengacara Ferdy Sambo dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kuasa Hukum Brigadir J, Yonathan Baskoro menanggapi santai perihal Putri dan Sambo dibela mantan pegawai lembaga antirasuah dalam persidangan tersebut. Yonathan bahkan berharap Febri dan Rasamala dapat membuat Putri dan Sambo berkata jujur terkait perkara pembunuhan berencana Brigadir J.

"Ya mudah-mudahan bisa membuat PC jadi berkata jujur, dan tidak berbohong-bohong lagi," kata Yonathan saat dihubungi, Rabu (29/9).

Di sisi lain dia menilai hal wajar apabila masyarakat kecewa dengan keputusan diambil Febri dan Rasamala menjadi kuasa hukum Sambo dan Putri.

"Jangan salahkan masyarakat yang terus merasa kecewa terhadap perkembangan nasib kasus ini, wajar saja jika masyarakat sedih. Karena sepertinya penanganan kasus ini sudah melempem," tutup dia.

2 dari 3 halaman

Alasan Febri Diansyah Beli Putri Candrawathi

Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah secara penuh telah diberi kuasa oleh tim pengacara Putri Candrawathi untuk menjadi penasihat hukum mendampingi sidang istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tersebut.

Febri mengaku telah mempelajari kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat sebelum memutuskan menjadi pengacara Putri Candrawathi.

Febri mengatakan bahwa telah secara menyeluruh mempelajari kasus tersebut. Bahkan dia memastikan telah mendatangi rumah Ferdy Sambo di Magelang, tempat pertama yang diyakini sebagai hulu dari perkara tersebut untuk melakukan rekonstruksi.

"Kami mendatangi dan rekonstruksi di rumah Magelang kami melihat bagaimana rumah itu. Kami juga mempelajari berkas yang tersedia dengan metode pengumpulan fakta lainnya," kata Febri saat jumpa pers di Erian Hotel Jakarta, Rabu (28/9).

3 dari 3 halaman

Janji Objektif Bela Putri Candrawathi

Febri juga mendatangi lima orang ahli hukum di bidang pidana. Mereka terdiri dari tiga orang profesor dan 2 doktor untuk menjelaskan bagaimana dari sudut keilmuan victimology untuk menangani perkara Putri Candrawathi.

"Kami juga diskusi dengan ahli psikologi klinis, psikologi forensik dan guru besar psikolog," ujar Febri.

Febri meyakini kasus yang menimpa kliennya bukanlah yang pertama. Menurut catatannya, terdapat 21 kasus sejenis yang tengah dipelajari untuk mengenai objektivitas dari insiden di Duren Tiga sesuai dalam ruang lingkup yang dimilikinya.

"Kami berkomitmen untuk objektif dan berkeadilan untuk semua pihak. Tidak hanya untuk klien kami, tapi juga untuk korban dan keluarga korban juga masyarakat," kata Febri. [gil]

Baca juga:
Kubu Putri Candrawathi akan Kembali Ajukan Penangguhan Penahanan
Cerita Febri Diansyah Berguru dengan 5 Ahli Hukum Bela Putri Candrawathi di Sidang
Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Ini Pilihan Profesional
Alasan Kejagung Terapkan UU ITE di Perkara Obstruction of Justice Ferdy Sambo Cs
Berkas Perkara Lengkap, Ferdy Sambo Cs Segera Diserahkan ke Jaksa untuk Diadili
Pesan Ferdy Sambo-Putri: Kami Menyadari Ada Kekeliruan dan akan Akui di Pengadilan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini