Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kronologi penjemputan Mbah Fanani dari Padepokan Dampu Awang

Kronologi penjemputan Mbah Fanani dari Padepokan Dampu Awang Mbah Fanani. ©2015 merdeka.com/desi aditia ningrum

Merdeka.com - Sempat tinggal di Petilasan Ki Dampu Awang Indramayu, Mbah Fanani, petapa yang telah lama bersemedi di Desa Dieng Kulon, Batur Banjarnegara akhirnya kembali. Mbah Fanani diantar langsung oleh keluarganya, Nyai Maryam, yang tinggal di Desa Jatisari Plered Cirebon.

Mbah Fanani bahkan sempat menginap beberapa hari di rumah keluarganya tersebut. penjemputan dari petilasan Ki Dampu Awang Indramayu dilakukan pada Jumat (19/5) lalu.

Kedatangan petapa misterius yang telah jadi ikon tersendiri di Dieng Kulon itu, pada Senin (22/5) malam. Kedatangan Mbah Fanani pun disambut suka cita warga yang selama kurang lebih sebulan merasa sangat kehilangan.

Malam itu, sembilan mobil dari luar kota berhenti di depan rumah warga di Jalan Raya Dieng Kulon, Sugiyono. Di depan rumah itu, tak lain tempat tenda pertapaan Mbah Fanani. Puluhan Banser pun telah bersiaga di sekitar tenda biru berukuran sekitar 2 x 1,5 meter itu.

"Keluarga dan warga sempat beramah tamah", kata Kepala Desa Slamet Budiono, Selasa (23/5).

Kronologi penjemputan Mbah Fanani, Slamet bercerita ia bersama sejumlah warga Dieng sempat bersilaturahim ke kediaman putri tunggal Mbah Fanani, Nyai Maryam, di Desa Jatisari, Plered, Cirebon. Saat itu, kepada pihak keluarga, Slamet bermaksud mengutarakan permohonan maaf. Pasalnya Mbah Fanani tak diketahui keberadaannya menyusul peristiwa penjemputan oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu.

"Saat penjemputan Mbah Fanani kebetulan saya sedang umrah. Nyai Maryam juga umrah. Setelah umrah ini, ada momentum untuk membicarakan masalah ini dengan keluarga," katanya.

Pascakedatangan warga Dieng tersebut, keluarga langsung berembug. Mereka memutuskan segera menjemput Mbah Fanani dari Indramayu. Meski berstatus keluarga, mereka tidak ingin asal menjemput.

"Keluarga memberitahukan aparat keamanan dan pemerintah setempat tentang rencana penjemputan," ujar Slamet.

Mereka juga menyodorkan surat pernyataan bermaterai atas nama Nyai Maryam binti Kyai Akhmad Fanani Binti Kyai Binti Kyai Banyamin sebagai bukti hubungan kekeluargaan. Proses penjemputan, dijelaskan Slamet berlangsung damai. Tidak ada perlawanan dari pihak padepokan.

"Yang menjemput adalah putrinya sendiri. Tidak ada kendala dalam proses penjemputan," katanya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP