Kronologi Penemuan CVR Lion Air JT610 di Kedalaman 30 Meter

Senin, 14 Januari 2019 18:02 Reporter : Merdeka
Kronologi Penemuan CVR Lion Air JT610 di Kedalaman 30 Meter Penyerahan CVR Lion Air JT610 ke KNKT. ©Liputan6.com/Adi Anugrahadi

Merdeka.com - Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 berhasil ditemukan oleh penyelam komando pasukan katak (Kopaska) dan Dinas penyelam bawah air (Dislambair) I dari Tim Komando Armada (Koarmada) I. CVR tersebut berada di kedalaman 30 meter di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Kapushidrosal Laksamana muda TNI Harjo Susmoro menceritakan pihaknya hanya diberi batas waktu 15 hari karena waktu CVR 25 hari. Tim dibagi dua. Masing-masing menyelam selama tujuh hari. Harapannya tujuh hari pertama sudah ditemukan.

"Di luar dugaan musim hujan tiba. Cuaca kurang bersahabat visibility sangat rendah ditambah lagi kendala teknis," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (14/1)

Meski menemukan kendala, TNI AL, Basarnas, PUSHIDROSAL, Armada l, DIROPSSURTA, KADISLAMBAIR, DANSATPASKA, sepakat bahwa pencarian terus dilanjutkan. Targetnya, CVR harus ditemukan. Segala daya dan upaya dikerahkan. "Semua bersepakat bahwa ini harus ketemu," tegasnya.

Tim berangkat menggunakan KRI SPICA. Alat yang dikerahkan dalam pencarian mulai dari magnetometer, sidescan sonar, multibeam sonar, alat penyedot lumpur. Ditambah alat dari KNKT yakni Remotely Operated Vehicle (ROV) dan ULB locator. Ini untuk mengetahui kondisi tanah di dalam air dan lapisan dasar laut. Lokasi pencarian difokuskan. Namun masih sulit karena sinyal PING dari CVR lemah.

"Namun dengan kekuatan dan kesungguhan dan heroik penyelam penyelam andal dengan ke dalam 33 meter akhirnya memberikan gambaran posisi yang hampir pasti," jelasnya.

Akhirnya, Senin (14/1) tepatnya pukul Jam 08.40 WIB CVR ditemukan. Ini berdasarkan asumsi bahwa CVR pasti berada di sekitar Crash Survivable Memory Unit (CSMU).

"Kita angkat puing dan penyemprotan lumpur ketebalan 30 centimeter. Kita mengetahui di bawah lumpur tidak mungkin di atas lumpur. Kemungkinan pertama tidak ditemukan karena banyak puing. Setelah bersihkan baru ketemu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono melanjutkan, KRI SPICA berangkat dari Jakarta International Container Terminal (JICT) pada Selasa (8/1) dengan keseluruhan personel sebanyak 84. Terdiri dari 55 awak kapal, 3 spesialis dari PUSHIDROSAL, 18 penyelam dari DISLAMBAIR dan SATPASKA, dan 8 personel KNKT. "Operasi ini bertujuan untuk mencari CVR dan jenazah," ujar Soerjanto di tempat yang sama.

Dia menuturkan, operasi ini melanjutkan sebelumnya yang selesai pada 29 Desember 2018. Langkah awal pencarian dimulai dengan menuju koordinat Signal Under Water Locaror Beacon (ULB) yang sudah diidentifkasi pada operasi sebelumnya.

"Dengan ditemukannya CVR maka selanjutnya akan diproses 'black box' milik KNKT melalui proses pengeringan. Pembersihan dan selanjutnya pengunduhan data. Dari data CVR diharapkan akan melengkapi data investigasi KNKT. Prosesnya tiga hari sampai lima hari kita harapkan bisa memabaca data ini," jelasnya.

Reporter: Ady Anugrahadi [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini