Kritikan Sandi soal harga nasi ayam dianggap hanya cari sensasi
Merdeka.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno belum lama ini mengkritik 4 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dengan mengatakan harga kebutuhan pokok semakin mahal. Selain itu, dia juga menyebut lapangan kerja kian menipis.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan, apa yang dilontarkan Sandiaga tak sesuai dengan faktanya. Dia pun memberi contoh dengan nasi ayam atau chicken rice, yang belakangan disampaikan oleh Cawapres nomor urut 02 itu.
"Ya semua dilontarkan Pak Sandi itu tidak ada faktanya. Beliau mengatakan harga nasi ayam di Singapura lebih murah dari Indonesia, itu jauh-jauh, setelah kita cek jauh. Di Singapura bisa Rp 56 ribu, di sini bisa Rp 26 ribu, bisa makan di bawahnya. Mungkin Pak Sandi baru kali ini turun ke bawah. Biasanya makan di restoran, jadi pikirannya itu aja. Nanti mau nyalon ini aja, pura-pura blusukan itu. Jadi dia tak punya data menyeluruh," ucap Karding saat dikonfirmasi, Sabtu (20/10).
Terkait lapangan pekerjaan, masih kata politisi PKB ini, berdasarkan data pihaknya, jumlah penuntasan pengangguran, itu besar setiap tahun dan meningkat dari tahun ke tahun.
"Apalagi, ditambah dengan beberapa lapangan pekerjaan baru, misalnya dengan (usaha) online, itu banyak juga yang tidak tercatat di daftar usaha, terutama di usaha online pribadi yang tidak didaftarkan, tapi itu jumlahnya cukup banyak. Misalnya, dagang hijab online, dan sebagainya," jelas Karding.
Karenanya, dia menyebut apa yang dilakukan Sandi hanya sekedar mencari sensasi semata. "Jadi sebenarnya, sekali lagi, data Pak Sandi selama ini selalu lemah, dan menurut saya ini cari perhatian dan sensasi publik saja," ungkap Karding.
Sudah Terbukti
Sementara itu, Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma'ruf, Tsamara Amany Alatas, mengatakan, 4 tahun kepemimpinannya, Jokowi terbukti sebagai Presiden pro rakyat yang fokus pada pembangunan masa depan Indonesia.
"Dari 4 tahun ini, kita bisa melihat bagaimana Pak Jokowi mengalokasikan anggaran pendidikan hingga 147,56 triliun pada tahun 2018. Daya saing Indonesia naik hingga peringkat 45 dari 170 negara," jelas Tsamara.
Soal lapangan pekerjaan, masih kata politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, Jokowi telah berhasil membuka lapangan pekerjaan hingga menekan angka pengangguran sampai 5 persen.
"Ini terendah sejak era reformasi. Bahkan ketimpangan pendapatan hari ini terus mengalami tren penurunan," tutur Tsamara.
Isu bahwa harga bahan pokok melonjak, lanjut dia, justru terbukti sebaliknya. Per September 2018, angka inflasi turun sampai angka 2,88%.
"Pemerintahan Pak Jokowi berhasil menjaga stabilitas bahan pangan," jelas Tsamara.
Jika selama empat tahun saja Pak Jokowi sudah berhasil, dan melakukan perubahan secara konkret bagi masyarakat, menurut dia, tak perlu ragu lagi untuk menambah masa jabatannya hingga satu periode lagi.
"Kita bisa melihat di periode kedua Pak Jokowi, Indonesia akan menuju kemajuan. Di tangan Pak Jokowi, kita percaya bahwa masa depan Indonesia cerah," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya