Kriminolog Minta Polisi Bentuk Tim Cari Kesamaan Aksi Teror di Jateng
Merdeka.com - Belakangan ini sejumlah kendaraan milik warga di Semarang didapati telah terbakar. Korbannya acak dan tersebar di beberapa wilayah Jawa Tengah.
Praktis, peristiwa itu dianggap sebagai teror terhadap warga. Polda Jawa Tengah mengaku tengah mengusut aksi tersebut.
Sementara itu, Kriminolog Universitas Diponegoro Semarang Dr Nur Rochaeti meminta masyarakat tidak mengaitkan teror pembakaran mobil dengan politik. Sebaiknya, Kepolisian bertindak melakukan pemetaan pada korban.
"Jadi perlu kajian mendalam jika kejadian teror dikaitkan politik. Ada kemungkinan dipicu masalah lain seperti perselisihan," kata Nur Rochaeti saat dikonfirmasi, Sabtu (2/2).
Dia menyebut, kepolisian harus membentuk tim untuk mengungkap pelaku teror yang meresahkan masyarakat Jawa Tengah.
"Jadi harus lihat unsur kesamaan antara korban satu dengan yang lain, modus operasi pelaku, baru bisa diasumsikan," jelasnya.
Dia menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak memarkirkan kendaraan di tempat umum yang rentan menjadi korban kejahatan.
"Kalau bisa mobil, motor di parkirkan dalam garasi dengan keadaan tertutup. Kalau di parkir di teras kan tidak bisa dicegah," tuturnya yang juga dosen Akpol Semarang.
Dari informasi yang diperoleh sampai saat ini, Sabtu (2/2) telah terjadi 14 kejadian teror pembakaran motor, dan mobil di Semarang, Kabupaten Ungaran 2 kejadian, dan Kendal 7 kejadian. Hingga kini pelaku belum tertangkap, sebagian besar pelaku melakukan aksinya pada dini hari.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya