KPU Bali Sosialisasi Pemilihan Umum di Kelab Malam

Kamis, 21 Maret 2019 23:15 Reporter : Moh. Kadafi
KPU Bali Sosialisasi Pemilihan Umum di Kelab Malam KPU Bali Sosialisasi Pemilihan Umum di Klub Malam. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali melakukan sosialisasi pemilihan umum di sebuah kelab malam Boshe, Kuta, Badung, Bali. Langkah ini agak terlambat lantaran padatnya agenda KPU mensosialisasikan kepada komunitas-komunitas lain di Bali.

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, pihaknya masih akan tetap melakukan sosialisasi kepada pekerja kelab malam yang sudah terdaftar di DPT.

"Kita punya jadwal yang padat dan banyak komunitas harus kita sasar dan kebetulan tanggal yang diberikan setelah tanggal 17. Jadi ini di luar rencana kami. Walaupun begitu (telat sosialisasi) kita tidak patah semangat, tapi kita masih bisa menyasar temen-temen yang memang sudah terdaftar sebagai pemilih dan yang belum pernah tahu surat suaranya bagaimana dan model pencoblosan," katanya, Kamis (21/3).

Sebagaimana diketahui, aturan pengurusan surat pindah memilih hanya bisa dilakukan hingga 30 hari sebelum pencoblosan. Artinya, pihak yang tak mengurusnya pada 17 Maret lalu tak lagi bisa menggunakan pindah memilih. Jika memang ingin mencoblos, mereka harus pulang ke daerahnya masing-masing.

"Ini baru tahun ini ada kebijakan pindah memilih yang terdata. Kalau dahulu sebelumnya pada hari H bisa pindah memilih. Ini untuk orang-orang yang memang kebutuhan saat itu pindah memilih seperti alasan pekerjaan," jelasnya.

Selain itu, dari sosialisasi tersebut diketahui ternyata banyak pekerja di kelab malam tersebut tak mengerti bagaimana cara pindah memilih.

I Gusti Suwipra, selaku General Manager dari Boshe mengatakan, pihaknya sering mendapat pertanyaan dari para pekerja bagaimana cara pindah memilih. Pasalnya, hampir 50 persen pekerjanya yang berjumlah 562 orang berasal dari luar Bali. Kalaupun harus pulang ke kampung tentu yang menjadi pertimbangan adalah biaya.

"Banyak yang jadi pertanyaan, anak-anak kalau KTP luar (Bali) bagaimana cara memilih. Tentu pertimbangannya adalah biaya kalau harus pulang kampung. Jadi saya bilang bisa pindah memilih. Kebetulan dua hari yang lalu, pihak KPU mau sosialisasi jadi kita iyakan," ujarnya.

Suwipra juga bersyukur KPU datang ke tempatnya untuk melakukan sosialisasi bagaimana memilih saat Pemilu, April mendatang. Hal ini supaya pekerjanya tak mendapatkan informasi yang kini banyak berseliweran di media sosial.

"Sangat respek ketika KPU mensosialisasikan di sini. Anak-anak juga antusias, kelihatan waktu sosialisasi banyak sekali interaktif dengan bertanya," tutupnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. KPU
  2. DPT Pemilu
  3. Pemilu 2019
  4. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini