KPK Sita 11 Mobil Usai Geledah Rumah Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Selian itu, KPK juga menyita barang bukti lain berupa sejumlah uang dan juga Valas.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
KPK Sita 11 Mobil Usai Geledah Rumah Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
Kendaraan penyemprot air milik kepolisian disiagakan di jalan Kuningan Persada sekitar Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Pengamanan gedung KPK dan sekitarnya diperketat terkait upacara pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah) (@ 2023 merdeka.com)

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah kediaman Ketum Ormas Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno terkait kasus korupsi eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Usai digeledah, KPK menyita 11 unit mobil di rumah Japto.

"Hasil sita rumah JS 11 kendaraan roda empat," kata Jubir KPK, Tessa Mahardika Sugiarto saat dikonfirmasi, Rabu (5/2).

Selian itu, KPK juga menyita barang bukti lain berupa sejumlah uang dan juga valas. Hanya saja, Tessa belum bisa merinci jumlah uang dan valas yang disita.

Lalu sitaan lainnya yakni dokumen dan barang bukti elektronik. Untuk selanjutnya barang bukti tersebut dibawa ke KPK untuk dilakukan penelaahaan.

Geledah Rumah Ahmad Ali

Di perkara yang sama, KPK juga sempat menggeledah kediaman politikus Nasdem Ahmad Ali pada Selasa (4/2) kemarin. Usai penggedelahan tersebut KPK menyita sejumlah uang dan juga valas.

"Jumlah belum ada, tapi gabungan rupiah dan valas," ucap Tessa.

Penggeledahan tersebut terkait dari kasus gratifikasi oleh eks Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari yang saat ini masih berproses di KPK. Selain uang dan valas ada juga dokumen dan juga beberapa barang lainnya yang juga ikut diangkut oleh KPK.

"Sementara secara umum ditemukan dan disita dokumen barang bukti elektronik, uang, ada juga tas dan jam," bebernya.

Namun demikian, Tessa masih enggan membeberkan lebih detail terkait jenis barang dan jumlah uang maupun valas yang telah disita itu.

"Namun detailnya nanti kita menunggu rilis resmi dari penyidik. Karena kegiatan ini juga baru saja selesai di lakukan," tutup Tessa.

Rekomendasi