KPK: Fahmi Habsyi diduga punya relasi dengan pejabat Bakamla

Kamis, 5 Januari 2017 21:11 Reporter : Septian Tri Kusuma
KPK: Fahmi Habsyi diduga punya relasi dengan pejabat Bakamla KPK tangkap tangan pejabat Bakamla. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat survei monitoring di badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Hari ini KPK memanggil Fahmi Habsyi sebagai saksi dari pihak swasta yang diperkirakan memiliki hubungan dengan pejabat Bakamla.

"Pemeriksaan saksi diduga punya relasi dengan pejabat di Bakamla, sehingga kami membutuhkan keterangan yang bersangkutan sebagai saksi," papar Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, (5/1).

Saat ditanya apakah Fahmi merupakan otak dari kasus ini, Febri enggan menjawab detail. Dia hanya menyatakan bahwa KPK akan terus menyelidiki peran dari mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Kami belum bisa konfirmasi karena itu detail dan teknis. Akan ditelusuri lebih lanjut terkait yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan apakah ada pihak lain yang memiliki peran berbeda," aku Febri.

Dalam kasus suap pengadaan alat monitoring Bakamla ini, Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah diduga menyuap Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Edi Susilo Hadi. Dia bersama dua karyawan PT MTI (Melati Technofo Indonesia), Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus, telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Mereka memberikan suap kepada Eko demi perusahaannya menjadi pemenang atas tender proyek pengadaan satelit pemantauan di Bakamla. Proyek tersebut dianggarkan dari APBN-P 2016 dengan total sekitar Rp 200 miliar. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Suap Bakamla
  2. KPK
  3. Jakarta
  4. Bakamla RI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini