KPAI: Tak perlu mediasi, Jokowi pasti memaafkan RJ yang menghinanya
Merdeka.com - Ketua KPAI Susanto mengatakan, dalam kasus dugaan penghinaan simbol negara yang diduga dilakukan oleh RJ alias S tidak perlu dimediasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, dia yakin Jokowi akan memaafkan bocah yang berumur 16 tahun tersebut.
"Tanpa dimediasi saya yakin presiden memaafkan, karena yang dilakukan bukan atas inisiatif pribadi. Toh yang dilakukan hanya lucu-lucuan. Jadi saya yakin Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan akan memaafkan anak ini," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/5).
Saat ini ia menjelaskan, fisik RJ dalam kondisi yang baik saja. Ia pun mengaku pihaknya akan menyiapkan pendampingan psikologis jika memang diperlukan.
"Fisik baik-baik saja. Nanti kita lakukan assesment terhadap yang bersangkutan. Jika memang butuhkan pendampingan psikologis tentu nanti stakeholder akan lakukan itu. Mudah-mudahan anak bisa pulih kembali. Karena tidak sangka akan viral. Karena guru sudah sarankan untuk dihapus tetapi tak terduga video ini masih viral. Sehingga anak ini masih shock," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 19 detik mendadak viral di dunia maya, Instagram. Di mana video tersebut memperlihatkan seorang pria dengan bertelanjang dada tengah memegang foto Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam video yang akunya bernama @jojo_ismayname itu pria yang belum diketahui identitasnya mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Jokowi. Bahkan, ia menantang Jokowi untuk menemuinya.
"Gue tembak loe ye. Jokowi gila, gua bakar rumahnya. Presiden gua tantang cari gua 24 jam, kalau nggak loe temuin gua, gua yang menang," ujar pria tersebut dalam videonya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya