KPAI sebut anak terlibat tawuran karena ingin merasa hebat

Selasa, 13 Februari 2018 22:32 Reporter : Ronald
KPAI sebut anak terlibat tawuran karena ingin merasa hebat Ilustrasi Tawuran Pelajar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisioner KPI Bidang anak Berhadapan Hukum, Putu Elvina menyebutkan, kejadian tawuran antara anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, sudah di atas kekhawatiran. Sebab, bocah yang cukup masih di bawah umur sudah nekat melakukan pengeroyokan itu hingga dua nyawa melayang.

"Kalau niat saya khawatir ini mereka hanya ingin merasa hebat. Artinya berencana tawuran iya, tapi kalau rencana sampai bunuh itu yang harus dilihat lagi, artinya batas kengerian kita ya, batas luar biasa usia 14 tahun udah lakukan kejahatannya tanpa takut ini luar biasa," ujarnya di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (13/2).

Menurutnya, kejadian tersebut merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bagi seluruh keluarga dan juga masyarakat. Sehingga, apapun kegiatan anak harus tetap dijaga baik di lingkungan sekolah maupun teman bermain.

"Dan yang paling perlu diwaspadai, kasus ini kejadiannya malam, di mana anak itu seharusnya ada di dalam rumah, tapi kemudian tidak. Nah di sini tentu peran keluarga lagi-lagi menjadi sangat sentral, pada saat mereka membiarkan anak-anak keluyuran di jam-jam tiga dini hari, tentu ini tidak patut dilakukan pada anak-anak yang masih sekolah. Jadi yang perlu digarisbawahi agar dikemudian hari tidak terjadi hal seperti ini," ujarnya.

Selain itu juga, lanjut Putu, orangtua jangan hanya begitu percaya dengan teman-temannya.

"Karena tidak tahu siapa temannya, jadi orangtua harus bisa pastikan temannya baik-baik saja terlibat tawuran atau tidak, atau geng tawuran bisa indikasi, proses dalam atau luar harus optimal," tutupnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini