Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kota Solo diharapkan jadi perwakilan industri mebel nasional

Kota Solo diharapkan jadi perwakilan industri mebel nasional Pembukaan Rumah Kriya Banjarsari di Kota Solo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kota Solo dinilai mempunyai potensi industri mebel yang besar, sehingga diharapkan dapat menjadi perwakilan industri mebel nasional. Harapan tersebut diungkapkan Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Sudarto saat membuka Rumah Kriya Banjarsari di Kota Solo, Jumat (4/5).

Untuk itu, Kementerian Perindustrian bersama Dinas Peridustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, akan mengawal, mempromosikan serta membantu khususnya dalam pemasaran.

"Rumah Kriya Banjarsari yang kita buka ini, merupakan upaya sinergi antara Kemenprin dan Disperindag Jawa Tengah untuk mendukung kegiatan promosi IKM mebel di eks Karisidenan Surakarta," ujarnya.

Rumah yang menempati rumah eks residen Surakarta tersebut selanjutnya akan menjadi model promosi produk mebel untuk lokal, nasional, dan internasional.

"Di Solo dan sekitarnya ini jumlah pelaku industri mebel kurang lebih 100 unit. Mereka merupakan industri kecil dan menengah (IKM) dan besar dan tergabung dalam wadah Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Solo Raya (KIMKAS)," jelasnya.

Sudarto menjelaskan, keberadaan KIMKAS dapat mendukung terwujudnya harapan tersebut. Melalui KIMKAS, seluruh kegiatan alih teknologi, manajemen, dan desain produk dapat disinkronkan.

Kementerian Perindustrian, telah menyiapkan program restrukturisasi, guna membantu para pelaku utama IKM agar berkembang.

Nantinya, IKM yang membeli peralatan pengolahan di dalam negeri akan mendapatkan cashback 25 persen, dan yang membeli dari luar negeri 30 persen.

Selain untuk pasar ekspor, para pelaku IKM juga akan dibantu untuk memasarkan produknya di dalam negeri. Untuk itu, pihaknya mendorong para pelaku mendaftarkan usahanya ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Kalau sudah masuk LKPP nanti institusi pemerintahan bisa langsung membeli," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo menyampaikan rasa optimistisnya dan berharap Kota Solo akan menjadi perwakilan industri mebel nasional dapat diwujudkan.

Apalagi mebel asal Jawa Tengah, 40 persen di antaranya berasal dari eks Karisidenan Surakarta. Mebel-mebel tersebut juga memiliki keunggulan seni dan desain yang beragam.

"Kemampuan perajin mebel di Jawa Tengah tidak perlu diragukan lagi. Sekarang yang perlu dilakukan adalah promosi, membangun jaringan, dan pemasaran," ucapnya.

Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo berharap upaya memajukan industri mebel di Surakarta dan sekitarnya itu betul-betul dilakukan dengan serius. Salah satunya dengan menerbitkan regulasi tentang pengadaan barang /jasa dimana institusi pemerintah wajib menggunakan mebel produksi lokal.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP