Korban Tragedi Kanjuruhan Bawa 2 Saksi Kunci ke Bareskrim, Tagih Hasil Penyelidikan

Selasa, 6 Desember 2022 15:23 Reporter : Nur Habibie
Korban Tragedi Kanjuruhan Bawa 2 Saksi Kunci ke Bareskrim, Tagih Hasil Penyelidikan Aremania di Bareskrim Polri. Nur Habibie

Merdeka.com - Sejumlah Aremania kembali menyambangi gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Kedatangan pendukung klub sepak bola Malang itu menanyakan perkembangan laporan pernah dilayangkan terkait tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

"Hari ini kami melanjutkan gelar konsul yang dua minggu lalu terkait laporan. Laporan pidana yang disampaikan saksi korban di peristiwa Kanjuruhan," kata Sekjen KontraS Andi Irfan kepada wartawan, Selasa (6/12).

Andi mengatakan bahwa kedatangannya hari ini didampingi 15 orang. Dua di antaranya saksi yang disebut Andi menyaksikan langsung tragedi Kanjuruhan.

"(Rombongan) ada 15 orang, jadi ada dua teman ada Wahyu, mas Bagas. Dua orang ini saksi pelapor, keduanya ada di dalam peristiwa Kanjuruhan, ikut menyaksikan menonton sejumlah penembakan sejumlah gas air mata," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Pengakuan Saksi Kunci

Andi menyebutkan bahwa dua saksi itu yang menyaksikan sejumlah orang meninggal dunia bahkan sempat menolong salah satu personel polisi yang waktu itu meninggal dunia di stadion Kanjuruhan.

"Jadi informasi itu yang merupakan kunci salah satu peristiwa kunci di dalam peristiwa 1 Oktober 2022 di dalam stadion Kanjuruhan yang hari ini kita akan laporkan," ujar dia.

Dia menjelaskan, kedatangannya saat ini tidak membawa sejumlah barang bukti. Melainkan hanya membawa dua orang yang disebutnya menjadi saksi kunci.

"Jadi, LP 2 minggu lalu itu LP masih dikaji dan sekarang mudah-mudahan kajian itu sudah selesai dan semoga kajian itu bisa diterima. Belum ada secara materil (barang bukti), tapi keterangan kunci dari saksi pelapor itu yang akan kita sampaikan kepada Mabes Polri. Tapi keterangan kunci dari saksi pelapor itu yang akan kita sampaikan kepada Mabes Polri," jelas dia.

Dia menambahkan, salah satu informasi kunci lain adalah digital evidence. "Jadi tim federasi KontraS bersama TGA telah membuat satu kumpulan dari puluhan hingga ratusan video yang dibuat sendiri oleh para penonton yang menunjukan 6 menit mematikan serangan gas air mata ditanggal satu Oktober itu," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Korban Lapor Bareskrim

Sebelumnya, Bareskrim Polri akan menerbitkan Laporan Polisi (LP) atas laporan yang dilayangkan oleh suporter Aremania beberapa waktu lalu, pada Senin (21/11) hari ini. Laporan itu dibuat terkait dengan tragedi Kanjuruhan, yang membuat ratusan suporter meninggal dunia.

"Laporan di hari Jumat belum jelas statusnya. Maka dari itu, kemarin kami datangi kembali Bareskrim. Akhirnya dapat jawaban, jika hari Senin jam 9 pagi laporan polisi akan diterbitkan," kata Pengacara korban Tragedi Kanjuruhan, Anjar Nawan Yusky, saat dihubungi, Senin (21/11).

Dia menyebut, untuk laporan polisi yang akan diterbitkan oleh polisi tersebut telah dijanjikan oleh seorang jenderal bintang satu yakni Kepala Biro Pembinaan Operasional (Karo Binopsnal) Bareskrim Polri Brigjen Daniel Bolly Tifaona.

"Kemarin Karobinopsnal Brigjen Pol Daniel Bolly Tifaona langsung yang janjikan," ujarnya.

[gil]

Baca juga:
Liga 1 Kembali Bergulir, Mahfud Pastikan Proses Hukum Tragedi Kanjuruhan Berlanjut
Polisi Tak Penuhi Petunjuk, Jaksa Kembalikan Lagi Berkas Tragedi Kanjuruhan
Kejutan Ulang Tahun untuk Alfiansyah, Bocah Yatim Piatu Korban Tragedi Kanjuruhan
Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan: Tulang Patah dan Kekerasan Benda Tumpul
Keluarga Anggap Aneh Hasil Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan
Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan Menurut Dokter Forensik
Hasil Autopsi Jenazah Kakak Adik Korban Tragedi Kanjuruhan Mencuat, Ada Bekas Pukulan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini