KontraS Khawatir Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Berakhir di Dua Pelaku

Senin, 30 Desember 2019 01:01 Reporter : Nur Habibie
KontraS Khawatir Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Berakhir di Dua Pelaku RB Penyerang Novel Baswedan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Peneliti KontraS, Rivanlee Anandar menilai, apa yang diucapkan oleh salah seorang pelaku penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK Novel Baswedan sebagai pengkhianat, mirip dengan pola atau narasi saat Pollycarpus ditangkap karena telah membunuh aktivis HAM Munir, pada 2004 lalu.

"Yang perlu digarisbawahi lagi, kan saya sudah lihat juga pernyataannya pelaku dia bilang Novel itu pengkhianat, terus dia bergerak atas inisiatif sendiri. Nah penyebutan itu, pola yang sama persis ketika Pollycarpus ditangkap. Waktu kasusnya Munir, Pollycarpus ditangkap dia bilang ini atas inisiatif sendiri juga. Padahal di laporan tim pencari fakta mengatakan hal yang lain," kata Rivanlee saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Minggu (29/12).

Dengan adanya kemiripan pola atau narasi tersebut, ia menduga ada aktor lain dibalik penyiram air keras terhadap Novel yang sengaja dilindungi oleh RB dan RM.

"Nah dari pola-pola yang sama persis, narasi-narasi lama yang dipakai, kita menduganya ada tokoh-tokoh besar atau orang-orang besar yang memang dilindungi sama pion-pion itu," ujarnya.

Menurutnya, apabila memang benar pelaku beraksi atas inisiatif sendiri maka polisi dikhawatirkan tidak akan meneruskan atau mengungkap kasus tersebut.

"Iya itu bisa (pelaku punya dendam sama Novel), cuma kalau dia menyebutnya inisiatif sendiri artinya beres itu kasus. Nah argumen bahwa ada tokoh di belakangnya, itu tidak bisa diungkap lagi. Coba ini ada pelaku polisi aktif ditangani oleh polisi, didampingi oleh polisi. Model keterbukaannya hanya ada di pengadilan, kejanggalan-kejanggalan hanya ditemukan di pengadilan. Tapi selama proses di kepolisian, yang tahu hanya polisi," ungkapnya.

Rivan menambahkan, apabila polisi menerima argumen dari pelaku, maka kasus tersebut hanya berhenti kepada dua orang itu saja. Namun, Koalisi Masyarakat Sipil menilai, ada orang lagi di balik penyiraman air keras kepada Novel.

"Khawatirnya koalisi masyarakat sipil itu, ketika pelaku menyebutkan inisiatif sendiri artinya kalau polisi menerima argumennya begitu saja. Artinya kasusnya cenderung ditutup, karena dijawab dengan inisiatif sendiri. Sementara, temuan-temuannya koalisi masyarakat sipil mengatakan bahwa ini masih ada orang di belakang yang lebih besar," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Diduga Pasang Badan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini